KETIK, BATU – Laga Grup EE Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur yang mempertemukan Persikoba Kota Batu dan Persewangi Banyuwangi, di Stadion Brantas, Kota Batu, Rabu, 7 Januari 2025, berakhir imbang dengan skor 1-1.
Persikoba Kota Batu berhasil unggul lebih dahulu melalui gol penalti pada menit ke-60. Hadiah tendangan dari titik putih diberikan setelah pemain Persewangi melakukan pelanggaran handsball di area terlarang.
Gelandang Persikoba bernomor punggung 12, Fauzi, yang maju sebagai eksekutor, sukses menjalankan tugasnya dan membawa tim tuan rumah memimpin 1-0.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persewangi Banyuwangi mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-75 lewat skema serangan cepat dari kaki ke kaki. Penyerang bernomor punggung 11, Bayu Mahardika, berhasil memaksimalkan peluang dan menjebol gawang Persikoba.
Pertandingan sempat terhenti sementara akibat terjadi kericuhan kecil di lapangan. Namun, setelah laga kembali dilanjutkan, kedua tim gagal menambah gol hingga pertandingan usai dan harus puas berbagi satu poin.
Pelatih Persikoba Kota Batu, Arif Suyono, mengapresiasi kerja keras para pemainnya, terutama pada babak kedua, meski mengakui hasil imbang tersebut belum sesuai dengan target tim.
“Terima kasih kepada seluruh pemain atas kerja kerasnya, khususnya di babak kedua. Hasil ini memang belum sesuai dengan target kami, tetapi kami tahu Persewangi adalah tim yang sangat bagus,” ujar Coach Keceng, sapaan akrabnya.
Ia menilai pertandingan berlangsung sangat ketat, baik dari sisi taktik maupun kualitas individu pemain kedua tim, yang menurutnya setara dengan tim-tim yang biasa tampil di level nasional.
“Pertandingan tadi terasa seperti menghadapi tim-tim yang sudah terbiasa tampil di level nasional. Mereka kuat secara taktik dan individu. Namun, kami tetap bersyukur karena tidak kalah dan mampu menciptakan banyak peluang,” jelasnya.
Coach Keceng juga menyoroti jadwal pertandingan yang dinilai kurang ideal, terutama terkait waktu pemulihan pemain yang sangat terbatas. Menurutnya, jeda istirahat yang hanya satu hari berdampak signifikan terhadap kondisi fisik skuadnya.
“Jeda istirahat jelas sangat berpengaruh. Idealnya atlet membutuhkan waktu pemulihan minimal tiga kali 24 jam. Kami bertanding hari ini, besok libur, lalu Jumat sudah bertanding lagi. Apalagi kami memiliki beberapa pemain senior yang membutuhkan recovery lebih,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak dijadikan alasan atas hasil pertandingan. Tim pelatih disebut terus berupaya mengoptimalkan proses pemulihan agar para pemain tetap siap menghadapi laga berikutnya.
“Ini bukan alasan. Kami masih memiliki pemain-pemain yang siap diturunkan. Recovery adalah bagian dari latihan dan kami akan mengondisikan pemain agar bisa pulih secepat mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, bek kiri Persikoba Kota Batu, Wahyu Sulistiawan, mensyukuri hasil imbang yang diraih timnya dalam laga berintensitas tinggi tersebut. Ia menyebut Persewangi sebagai lawan sepadan yang menuntut kerja ekstra sepanjang pertandingan.
“Alhamdulillah kami masih bisa mendapatkan satu poin. Pertandingan ini bertensi sangat tinggi dan menguras tenaga karena lawan memiliki level yang hampir sama dengan kami. Kami sama-sama pernah tampil di kompetisi nasional, jadi kualitasnya benar-benar berimbang,” kata Wahyu. (*)
