Maraknya Kasus Superflu di Malang: Kenali Gejalanya dan Penyebabnya!

22 Januari 2026 10:50 22 Jan 2026 10:50

Thumbnail Maraknya Kasus Superflu di Malang: Kenali Gejalanya dan Penyebabnya!

Superflu kini mulai marak di Indonesia, termasuk di wilayah Malang Raya. (Ilustrasi: Asad Ulil Albab)

KETIK, MALANG – Akhir-akhir ini Indonesia tengah marak kasus flu dengan gejala yang tak biasa. Seperti halnya Covid-19, kasus superflu ini juga dilaporkan menyebar di berbagai negara di dunia, termasuk di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Malang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur menyebutkan, dari temuan 23 kasus superflu di Jawa Timur, sebanyak 18 kasus berasal dari Kota Malang. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang, karena seluruh kasus tersebut merupakan data lama dari pasien yang kini telah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinkes Jatim, dr. Erwin Astha Triyono, menyebutkan bahwa Kota Malang menjadi salah satu lokasi site sentinel surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang berpusat di Puskesmas Dinoyo.

Erwin menjelaskan, “Data yang disampaikan Kemenkes sebanyak 62 kasus dari hasil surveilans. Untuk Jawa Timur terdapat 23 sampel, dengan 18 di antaranya berasal dari Kota Malang, sementara sisanya berasal dari Bali, NTB, dan NTT. Sebanyak 18 kasus temuan di Kota Malang merupakan data lama pada periode September–November 2025, dengan rincian satu kasus pada bulan September, dua kasus pada bulan Oktober, dan 15 kasus pada bulan November.”

Apa Itu Superflu dan Bagaimana Gejalanya?

Superflu merupakan virus influenza A (H3N2) subclade K, yang merupakan hasil dari proses mutasi genetik virus influenza. Varian H3N2 ini pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat pada Agustus 2025 oleh CDC. Virus ini kemudian menyebar ke lebih dari 80 negara di dunia.

Wabah superflu ini bukan sekadar flu biasa. Pasalnya, varian flu jenis baru ini dapat menyebabkan komplikasi berat, terutama pada kelompok usia rentan seperti anak-anak dan lansia.

Penularan superflu umumnya terjadi melalui kontak udara, seperti percikan lendir saat berbicara, bersin, atau batuk. Selain itu, virus ini juga dapat menular melalui kontak tidak langsung, misalnya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh area wajah (hidung, mulut, atau mata). Kontak langsung, seperti berjabat tangan atau kontak fisik dengan penderita, juga berpotensi menjadi media penularan.

Adapun gejala yang dialami penderita superflu antara lain:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Batuk kering yang tak kunjung sembuh
  • Nyeri otot dan pegal-pegal
  • Pilek
  • Menggigil
  • Nafsu makan menurun
  • Tubuh terasa sangat lelah
  • Mata terasa nyeri, berair, atau sensitif terhadap cahaya
  • Sementara itu, gejala superflu pada anak-anak dapat berupa:
  • Menangis atau rewel
  • Sakit perut
  • Nyeri telinga
  • Diare
  • Muntah

Itulah beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita superflu. Penyakit ini dapat menular kapan saja dan di mana saja tanpa disadari. Oleh karena itu, kesadaran diri untuk menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan menjadi sangat penting.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus superflu antara lain rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat beraktivitas di ruang terbuka atau ketika sedang flu, melakukan vaksinasi, serta menghindari menyentuh area wajah dengan tangan yang belum bersih. (*)

Tombol Google News

Tags:

superflu Superflu Malang Gejala Superflu Pencegahan Superflu