KETIK, BANDUNG BARAT –
Memasuki hari kesembilan (H9) operasi pencarian jasad korban longsor Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 4 bodypack pada Minggu 1 Februari 2026.
"Secara keseluruhan, hingga sore hari ini, total bodypack yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 74 pack, dengan perkiraan korban yang masih dalam pencarian sekitar 6 jiwa. Untuk proses identifikasi, hingga pukul 16.13 WIB, DVI telah berhasil mengidentifikasi 57 jiwa dari 58 bodypack, sementara 16 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip, di Posko Komando Utama Penanganan Bencana Cisarua.
Keempat bodypack yang dievakuasi dengan rincian 2 bodypack di Worksite A2 dan 2 bodypack di Worksite A3. Penemuan ini menurut Adip menunjukkan bahwa perluasan worksite yang dilakukan memberikan hasil positif dalam proses pencarian.
"Kegiatan pencarian dan evakuasi korban masih terus kami laksanakan secara terukur dan berfokus pada aspek keselamatan personel," ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, hari ini dilakukan perluasan area pencarian dengan membuka Worksite A3, sebagai bagian dari upaya maksimal menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian.
Dari sisi kondisi lapangan, cuaca hari ini relatif cukup baik, meskipun sempat terjadi hujan ringan dalam durasi singkat. Namun demikian, kondisi tersebut tidak secara signifikan menghambat jalannya operasi dan tetap dapat dikendalikan melalui pengaturan ritme kerja serta manajemen keselamatan di setiap worksite.
"Kami juga ingin menyampaikan bahwa semangat dan soliditas tim SAR gabungan tetap terjaga dengan sangat baik," ujar Adip. Seluruh unsur yang terlibat, baik dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, relawan, maupun unsur pendukung lainnya, terus bekerja secara sinergis, profesional, dan penuh dedikasi dalam misi kemanusiaan ini.
Ke depan, operasi akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian, penyesuaian rencana operasi, serta tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera ditemukan," ucap Adip.(*)
