KETIK, BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung MA Hailuki menyampaikan belasungkawa atas peristiwa robohnya kanopi beton yang menimpa 13 kios di Pasar Soreang. Insiden ini mengakibatkan korban meninggal dunia dan tiga warga lainnya dari pengunjung pasar mengalami luka-luka.
Waka DPRD dari Fraksi Demokrat ini menegaskan, seluruh biaya pemakaman korban meninggal maupun pengobatan korban luka harus menjadi tanggung jawab pengelola pasar bersama instansi terkait.
"Saya ikut berbelasungkawa atas terjadinya korban meninggal dan luka akibat robohnya kanopi beton Pasar Soreang. Segala biaya pemakaman dan pengobatan korban wajib ditanggung oleh pengelola pasar dan instansi terkait," ujar Hailuki, Selasa (18/3/2026).
Menurutnya, terlepas dari penyebab robohnya bangunan, baik karena faktor kegagalan struktur konstruksi maupun kemungkinan dampak getaran gempa yang terjadi beberapa hari sebelumnya, pemeriksaan teknis secara menyeluruh harus segera dilakukan.
Hailuki meminta agar dilakukan pengecekan ulang secara komprehensif terhadap kondisi bangunan pasar, guna memastikan kekuatan, keamanan, dan kelayakan struktur konstruksi.
"Tujuannya agar kita mengetahui secara pasti kekuatan dan keamanan bangunan, sehingga aktivitas perdagangan di Pasar Soreang dapat berjalan dengan aman dan nyaman," kata dia.
Hailuki menilai langkah evaluasi ini sangat penting karena menyangkut keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik untuk tetap berbelanja di pasar tradisional.
Selain itu, ia juga meminta agar para pedagang yang kiosnya mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut mendapatkan kompensasi yang layak, serta jaminan keamanan agar dapat kembali berjualan.
"Para pedagang yang terdampak harus diberikan kompensasi pengganti kerugian, dan harus dipastikan mereka bisa kembali berdagang dengan aman," tegasnya.
Luki berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius semua pihak agar pengelolaan fasilitas publik ke depan lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan bangunan.(*)
