KETIK, LEBAK – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten selama tiga hari berturut-turut pada pekan pertama Maret 2026 memicu sejumlah bencana alam di beberapa titik.
Pemerintah Kabupaten Lebak pun bergerak cepat melakukan peninjauan sekaligus penanganan awal di lokasi-lokasi yang terdampak.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Lebak, Halson Nainggolan bersama sejumlah pejabat terkait turun langsung meninjau lokasi bencana, Sabtu, 7 Maret 2026.
Peninjauan tersebut turut didampingi Kepala BPBD Lebak Sukanta, Kepala Dinas Pendidikan Doddy Irawan, serta Camat Kecamatan Cibadak.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya bersama Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mempercepat penanganan dampak bencana.
Pj Sekda Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan bahwa pemerintah daerah hadir secara langsung untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak sekaligus menyalurkan bantuan darurat.
Pj Sekda Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan saat memerintahkan kepada anggota BPBD Lebak untuk menutup pake terpal. (Foto: Sekda Lebak for ketik.com)
“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil di lokasi terdampak. Selain melakukan peninjauan, kami juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak bencana sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat,” ujar Halson Nainggolan kepada wartawan.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, sedikitnya terdapat lima titik yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem tersebut.
Di kawasan BTN Ona, terjadi longsor di dekat permukiman warga dan sebuah mushola. Untuk mengantisipasi longsor susulan, petugas sementara memasang terpal guna menahan aliran air hujan agar tidak memperparah kondisi tanah yang sudah labil.
Longsor juga terjadi di lingkungan SDN 3 Kaduagung Timur yang mengakibatkan pagar sekolah ambruk. Penanganan darurat telah dilakukan, sementara organisasi perangkat daerah (OPD) teknis tengah melakukan penghitungan kebutuhan untuk perbaikan permanen.
Sejumlah anggota BPBD Lebak saat melakukan penutupan terpal. (Foto:Sekda Lebak for Ketik.com)
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di SDN 2 Cisangu. Longsor yang terjadi di area sekolah membuat pemerintah daerah segera menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk melakukan langkah penanganan cepat agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan aman.
Selain longsor, banjir juga terjadi di Desa Cimenteng Jaya, Kecamatan Cibadak. Banjir tersebut dilaporkan berdampak pada sedikitnya 10 kepala keluarga. Dalam kesempatan tersebut, rombongan Pemkab Lebak juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.
Peninjauan juga dilakukan di wilayah Pasir Jengkol, Kolelet, di mana longsor dilaporkan berpotensi merusak rumah milik salah satu warga. Pemerintah daerah turut menyalurkan bantuan sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang terdampak bencana.
Halson menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan infrastruktur yang terdampak.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir. Mengingat curah hujan masih cukup tinggi, potensi bencana susulan tetap perlu diantisipasi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat proses penanganan serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. (*)
