Lapas Perempuan Malang Bagikan Rapor Penyetaraan, Jamin Hak Pendidikan di Tengah Masa Pidana

13 Januari 2026 21:04 13 Jan 2026 21:04

Thumbnail Lapas Perempuan Malang Bagikan Rapor Penyetaraan, Jamin Hak Pendidikan di Tengah Masa Pidana

Penerimaan rapor pendidikan kesetaraan bagi warga binaan di Lapas Perempuan Malang, Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: Humas Lapas Perempuan Malang)

KETIK, MALANG – Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Endang Margianti, telah membagikan rapor penyetaraan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), pada Selasa, 13 Januari 2026. 

Penyetaraan pendidikan bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ki Hajar Dewantara untuk memberikan akses pendidikan meskipun di tengah masa pidana.

Program yang diberikan biasanya mencakup jenjang Paket A, B dan juga C. Namun Endang menjelaskan kali ini jenjang SD dan SMP atau Paket A dan B. Beberapa warga binaan berada di jenjang SMA kelas 11 dan SD yang dimulai dari kelas 4.

"Ada juga yang SD, walaupun usianya sudah lebih lanjut, tapi tidak bisa langsung tiba-tiba masuk kelas 6 SD. Tadi dia mulainya dari kelas 4 SD, belajar bacam menghitung, dan lainnya. Setelah itu naik kelas sampai lulus," jelas Endang, Selasa, 13 Januari 2026.

Menurut Endang, pendidikan menjadi langkah penting dalam memberdayakan perempuan. Tanpa pengetahuan dasar yang memadai, perempuan rentan dijadikan objek yang dapat terjerumus dalam lingkaran kejahatan. 

Bahkan perempuan dapat dimanfaatkan sebagai kurir narkoba. Termasuk terjebak dalam tindak kriminal lainnya karena kurangnya pemahaman hukum dan literasi dasar. 

"Perempuan kalau tidak memiliki ilmu, akan dirugikan. Apalagi tidak bisa baca tulis, bisa dijadikan objek. Makanya banyak perempuan yang masuk ke penjara karena ilmunya kurang," jelasnya.

Program PKBM di Lapas Perempuan Malang ini hampir sama dengan sekolah formal pada umumnya. Proses belajar mengajar ditandai dengan dibagikannya rapor setiap 6 bulan sekali dan dilakukan di dalam lingkungan lapas oleh pengajar dari PKBM Ki Hajar Dewantara.

"Kalau di sekolah formal itu bagi rapornya bulan Desember, kalau kita bulan Januari. Nanti lulus-lulusan di bulan Juli. Sama dengan sekolah di luar, cuma bedanya di sini di Lapas. Terus juga nanti menginduknya di sekolah negeri," sebutnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pendidikan Kesetaraan Lapas Perempuan Malang Lapas Perempuan Kelas IIA Malang WBP PKBM Ki Hajar Dewantara Endang Margianti