KETIK, MALANG – Harga cabai rawit di Kota Malang kembali mengalami kenaikan per Jumat, 27 Februari 2026. Antisipasi telah dilakukan dengan mengikuti instruksi pemerintah pusat melalui 'Aksi Guyur Cabai.'
Berdasarkan data yang dihimpun Diskopindag Kota Malang, harga cabai di Pasar Rakyat Bunulrejo kini telah menyentuh angka Rp95.000 per kilogram. Bahkan stok pasokan cabai yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah dan sekitarnya pun terbatas.
"Untuk rawit naik lagi, pasokan dari Temanggung Jawa Tengah dan sekitar tidak banyak," ujarnya Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah menginisiasi program 'Aksi Guyur Cabai'. Program tersebut menginstruksikan agar daerah-daerah yang mengalami surplus pasokan cabai dapat mendistribusikan ke daerah yang defisit.
"Jadi daerah-daerah surplus ditugaskan mendistribusi ke daerah defisit. Nah, upaya itu kita tunggu. Makanya setelah mulai 'Aksi Guyur Cabe' itu (diharapkan) harga berangsur-angsur turun," lanjutnya.
Aksi Guyur Cabai sendiri telah dilakukan sejak 20 Februari 2026 dan akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Melalui program tersebut diharapkan dapat mengatasi kenaikan harga cabai khususnya di bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Eka menjelaskan, Diskopindag Kota Malang tetap menyiapkan langkah preventif dengan menggelar Operasi Pasar Murah. Termasuk upaya lain yang dilakukan berdasarkan arahan dari Wali Kota Malang.
"Tapi kita mengantisipasi kalau memang ternyata harganya naik lagi, ya kita gelar Operasi Pasar. Kita masih menunggu petunjuk pimpinan juga langkah-langkah yang kita ambil," sebutnya.
Adapun Pasar Murah rencananya kembali digelar pada awal Maret 2026 dengan melihat perkembangan harga cabai.
"Masih menunggu arahan komoditas yang akan kita jual di pasar murah. Kita melihat perkembangan cabai dulu. Kalau cabainya memang ternyata masih tinggi, ya kita ada cabai juga di situ," tutupnya. (*)
