KETIK, GRESIK – Kabupaten Gresik sendiri tercatat sebagai satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Untuk mengapresiasi kerja nyata pasukan kuning (kebersihan) dan pasukan hijau (pertamanan) menjaga kebersihan wilayah Kabupaten Gresik.
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui DLH Gresik Kirab Adipura Kabupaten Gresik dengan dipimpin Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif turun langsung memimpin kirab bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para petugas kebersihan, Jumat (26/2/2026).
Uniknya, Kirab Adipura ini di lakukan dengan menaiki becak listrik pemberian Presiden Prabowo Subianto, Bupati dan Wabup memimpin iring-iringan dari Gelora Joko Samudro (GEJOS), melintasi Jalan Veteran, Jalan Panglima Sudirman, Jalan J.A. Suprapto, hingga berakhir di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP).
Antusiasme tinggi juga diperlihatkan siswa dan siswi di Gresik sepanjang jalan menuju ke WEP. Mereka menyambut Kirab Adipura ini dengan sorak sorai dan penuh semangat.
Penghargaan ini menjadi sebagai kado istimewa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kabupaten Gresik.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, terutama dedikasi para petugas lapangan.
“Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu alasan utama Gresik memperoleh penghargaan adalah keberhasilan mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni energi terbarukan pengganti fosil batu bara yang disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai off taker.
"Skema ini menjadikan sampah sebagai sumber daya sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan," jelasnya.
Sebagai reward atas capaian tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya menyerahkan tiga unit motor pengangkut sampah kepada Kabupaten Gresik. Dalam momentum kirab ini, motor tersebut didistribusikan kepada wilayah dan lembaga yang dinilai berprestasi dalam pengelolaan sampah.
Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah dan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani berfoto bersama dengan salah satu pasukan kuning Kabupaten Gresik memperlihatkan Piala Adipura 2026 (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)
Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, menerima satu unit motor sebagai desa terbaik dalam pengelolaan sampah melalui gerakan pembuatan biopori di setiap rumah.
"Desa Randuboto ini juga merupakan percontohan pengelolaan sampah yang baik dilingkup warganya. Program ini diperkuat dengan kebijakan tegas berupa penundaan pencairan bantuan sosial bagi warga yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut," bebernya.
Andri Sulandra, Kades Randuboto, mengungkapkan suka citanya di perayaan HUT Pemkab yang ke-52 dan Hari Jadi Gresik yang ke-539, atas terpilihnya desa yang dipimpinnya menjadi desa terbaik dalam pengelolaan sampah melalui gerakan pembuatan biopori di setiap rumah.
“Ini wujud kepedulian warga kami akan kebersihan lingkungan. Semoga hadiah motor roda tiga ini makin menjadi penyemangat warga kami untuk terus berpartisipasi dalam menciptakan kebersihan di Gresik,” katanya.
Sedangkan di tingkat kelurahan sendiri, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik, menerima satu unit motor sebagai Kelurahan Proklim terbaik yang konsisten menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Satu unit motor lainnya diserahkan untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan pesantren, dengan apresiasi kepada Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Kecamatan Dukun atas keberhasilannya mengelola sampah anorganik.
Serta tambahan satu unit motor diberikan kepada Pondok Pesantren Darut Taqwa Suci atas komitmennya dalam penguatan pengelolaan sampah di lingkungan pondok.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyerahkan bantuan sembako kepada pasukan kebersihan dan pertamanan sebagai bentuk perhatian atas kerja keras mereka.
Bupati Yani juga turut menyampaikan gagasan penerapan deposit refund system untuk botol minuman kemasan guna mendorong pengurangan sampah plastik melalui skema insentif pengembalian dana.
Selain itu, kawasan industri di Kabupaten Gresik diminta memperkuat kolaborasi dengan membangun sistem pengelolaan sampah di wilayah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan.
“Sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini tanggung jawab bersama, mulai dari rumah tangga, sekolah, pesantren, perkantoran hingga kawasan industri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik, Sri Subaidah, menyampaikan bahwa penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.
“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya. Ini merupakan hasil kerja keras pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (*)
