Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

26 Maret 2026 20:05 26 Mar 2026 20:05

Thumbnail Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

Suasana guru saat mengajar santri mengaji. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Usai Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) di lingkungan PCNU Kraksaan mengusulkan penambahan kuota penerima tunjangan guru ngaji kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Saat ini, kuota penerima tunjangan hanya dibatasi 15 orang per desa dengan nilai Rp400 ribu per orang. Sementara di lapangan, jumlah guru ngaji melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Di Kecamatan Krucil, setidaknya ada tiga desa yang mengalami kekurangan kuota. Di Desa Guyangan terdapat 19 guru ngaji, Desa Watupanjang sebanyak 25 orang, dan Desa Krobungan mencapai 45 orang.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krucil, Muhammad Dahri, membenarkan kondisi tersebut.

"Jumlah riil guru ngaji memang melebihi dari kuota penerima yang didata oleh Pemkab," ujarnya kepada Ketik.com, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan, untuk menyiasati keterbatasan itu, para penerima tunjangan sepakat menyisihkan sebagian dana yang diterima untuk dibagikan kepada guru ngaji lain yang belum masuk daftar penerima.

"Inilah yang menciptakan polemik dan fitnah. Itu bukan potongan. Uang tunjangan diserahkan dulu ke penerima sesuai data. Setelah itu, guru ngaji penerima dengan ikhlas mensedekahkan sebagian untuk dibagikan kepada yang belum kebagian," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Khoirul Anam, menyebut total penerima tunjangan guru ngaji di daerah tersebut mencapai 4.950 orang dengan besaran Rp400 ribu per orang.

Ia mengaku prihatin atas kondisi tersebut, karena para guru ngaji harus berbagi tunjangan akibat keterbatasan kuota.

"Hal ini terjadi karena belum siapnya sistem pencairan honor guru ngaji. Sebenarnya sudah kami ingatkan agar dilakukan antisipasi dan perbaikan sistem. Ke depan, kami berharap ada pembenahan dari hulu ke hilir," ujarnya.

Usulan penambahan kuota diharapkan dapat menjadi solusi agar seluruh guru ngaji yang aktif bisa mendapatkan haknya secara merata tanpa harus berbagi dari tunjangan yang terbatas.(*)

Tombol Google News

Tags:

Guru Ngaji Probolinggo probolinggo Kraksaan guru ngaji MWC NU tunjangan guru ngaji Krucil Pemkab Probolinggo