KETIK, PROBOLINGGO – Sejumlah tokoh mulai memberi ultimatum kepada sejumlah kalangan di Kabupaten Probolinggo, yang selama ini dianggap mengganggu jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Gus Haris dan Wabup Ra Fahmi.
Ini juga dibuktikan dengan aksi turun jalan sebagai bentuk dukungan ke Pemkab, Senin, 5 Januari 2025.
"Kami prihatin, sebab masyarakat ingin hadirnya suasana kondusif dan sepenuhnya mendukung Pemerintah Kabupaten Probolinggo dibawah kepemimpinan Gus Haris dan Ra Fahmi. Kita dukung sepenuh hati, apalagi beliau adalah pilihan dari mayoritas rakyat. Jadi, kalau cuma didukung puluhan orang, jangan mengatasnamakan rajyat," ujar Pengasuh Pesantren Sirojul Ummah Desa Kertosono KH Jamaluddin Husein, Desa Kertosono, Kecamatan Gading, dalam pers releasenya, Senin, 5 Januari 2026.
Menurutnya, saat ini masyarakat menilai ada pihak-pihak yang berusaha menyerang duet kepemimpinan Bupati Gus Haris dan Wabup Ra Fahmi di ruang publik.
"Kami tidak disuruh siapapun. Ini inisiatif kami untuk bersuara, demi terciptanya kerukunan masyarakat dan agar pemerintah fokus membangun tata kelola daerah," imbuh KH Jamaluddin Husein.
Dikatakan, apabila masih ada upaya merongrong pemerintah, maka KH Jamaluddin Husein mengaku dia siap bersama puluhan ribu orang untuk membentengi pemerintah dari gangguan berbagai pihak, yang berusaha mendowngrade kepemimpinan Gus Haris dan Ra Fahmi dan seolah olah mengatasnamakan rakyat.
"Kami siap beraksi dengan tagline Jogo Probo, mari bangun cipta kondisi yang rukun dan kondusif, tanpa harus merusak ruang publik dan jangan mudah mengatasnamakan rakyat," serunya.
Sementara itu koordinator Laskar Pemuda Kabupaten Probolinggo yang turun jalan memberi dukungan di Pemkab, Rudi, juga mengaku sudah tidak bersabar terhadap ulah sejumlah kalangan yang selama ini mengganggu stabilitas pemerintahan Kabupaten Probolinggo.
"Ini baru permulaan. Ke depan, jika ada lagi, maka kami bersama seluruh masyarakat akan terus turun dengan massa lebih besar lagi," sergahnya. (*)
