KETIK, MALANG – Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji tetap konsisten mengelola bisnis kuliner dan layanan aqiqah miliknya. Usaha yang dikenal dengan nama Ibalibul Aqiqah Catering ini rupanya telah eksis sejak tahun 2006.
Perjalanan bisnisnya tidak instan. Bayu menceritakan bahwa usai mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya pada 2004, ia sempat menjajal berbagai peluang, termasuk berdagang di pasar.
"Waktu itu setelah resign dari pekerjaan lama saya sempat jualan di pasar. Lalu ada teman yang menjual daging kambing, akhirnya saya mencoba membuka warung sate,” ujarnya saat ditemui ketik.com, Senin, 16 Maret 2026.
Dari warung sate sederhana, bisnis tersebut bertransformasi menjadi layanan katering dan aqiqah yang lebih besar. Bagi Bayu, dunia usaha terkadang memang penuh ketidakpastian, sehingga ia lebih memilih untuk langsung mengambil peluang ketimbang terlalu banyak berteori.
"Bisnis itu kadang tidak perlu terlalu banyak dipikir. Kalau ada peluang di depan, dijalani saja dulu. Nanti dievaluasi satu atau dua tahun, kalau cocok dilanjutkan,” katanya.
Kini, setelah hampir dua dekade berjalan, Ibalibul Aqiqah telah berkembang pesat dan mampu menyerap sekitar 25 karyawan. Meski disibukkan dengan amanah sebagai wakil rakyat, Bayu memastikan kontrol terhadap usahanya tidak terputus.
“Saya sekarang lebih mengarahkan. Tim yang menjalankan operasional, tapi tetap saya pantau karena bisnis juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja,” jelasnya.
Jika agenda rapat di DPRD sedang kosong, Bayu biasanya menyempatkan diri datang langsung ke tempat usaha. Di luar itu, koordinasi dengan tim operasional tetap terjaga melalui komunikasi digital.
Karier politik Bayu sendiri berjalan beriringan dengan perkembangan bisnisnya. Bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak 2003, ia aktif dalam berbagai kerja sosial. Perjalanannya menuju kursi parlemen pun tak mulus begitu saja. Ia sempat gagal pada Pemilu 2014 sebelum akhirnya resmi terpilih menjadi anggota DPRD Kota Malang pada Pemilu 2019.
Hingga kini, ia mampu menyelaraskan dua peran berbeda, sebagai pengusaha yang ia rintis dari nol dan sebagai wakil rakyat. Bagi Bayu, baik politik maupun bisnis memiliki satu kunci utama yang sama, yakni komitmen dan kerja keras. (*)
