Kisah Ikan Betta Burdigala, Cupang Alami Endemik Bangka Belitung yang Terancam Punah

14 Februari 2026 07:40 14 Feb 2026 07:40

Thumbnail Kisah Ikan Betta Burdigala, Cupang Alami Endemik Bangka Belitung yang Terancam Punah

Ikan hias tempalak mirah atau Betta burdigala atau cupang alami endemik asal Bangka Belitung yang terancam punah. (Foto: DJKI.Kemenmkumham)

KETIK, JAKARTA – Populasi ikan endemik Bangka Belitung, Betta burdigala, terus menyusut akibat tekanan lingkungan dan eksploitasi. Spesies ini bahkan telah masuk kategori Critically Endangered atau sangat terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, organisasi internasional yang bergerak pada konservasi flora fauna yang terancam punah. Kondisi tersebut mendorong langkah cepat penyelamatan melalui program riset domestikasi dan penguatan keragaman genetik.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Zoologi Terapan menggandeng Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk menjalankan riset bertajuk Riset Domestikasi dan Pemantauan Keragaman Genetik Ikan Betta sp. Endemik Kepulauan Bangka Belitung Hasil Domestikasi. Kerja sama ini diteken dalam Rapat Koordinasi 2026 di BRIN Bogor.

Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan UBB, Riwan Kusmiadi, menegaskan dukungan riset sangat dibutuhkan untuk memulihkan populasi Betta burdigala di habitat aslinya. Selain memiliki nilai ekologis penting, ikan ini juga berpotensi menjadi ikon unggulan Bangka Belitung dari sisi ekonomi.

Penanggung jawab riset dari UBB, Ahmad Fahrul Syarif, menyebut program ini tidak hanya berfokus pada pembenihan, tetapi juga pada pengelolaan genetik berkelanjutan guna memastikan populasi hasil domestikasi tetap memiliki keragaman genetik yang sehat sebelum dilepasliarkan kembali.

Sementara itu, peneliti BRIN, MH Fariduddin Ath-Thar, menjelaskan bahwa domestikasi menjadi langkah strategis untuk memulihkan stok di alam sekaligus menjaga keberagaman genetik. Berdasarkan data IUCN, sejumlah spesies Betta endemik Bangka Belitung berstatus Terancam (EN) hingga Rentan (VU), dan Betta burdigala termasuk yang paling kritis.

Pada tahap awal, tim peneliti akan melakukan pemijahan di lingkungan terkontrol sebagai bagian dari proses domestikasi. Selanjutnya, mereka mengevaluasi efektivitas hatchery dan program restocking melalui pemantauan genetik. Hasil riset diharapkan melahirkan rekomendasi ilmiah untuk konservasi genetik serta model pengelolaan populasi ikan endemik yang lebih efektif.

Melalui kolaborasi ini, BRIN dan UBB menargetkan pemulihan populasi Betta burdigala berjalan lebih terarah dan berbasis data ilmiah. Upaya ini menjadi langkah penting untuk mencegah kepunahan sekaligus menjaga kekayaan hayati Bangka Belitung.

Tombol Google News

Tags:

Ikan hias tempalak mirah Betta burdigala cupang alami endemik Bangka Belitung BRIN