KETIK, ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, secara resmi melantik pengurus Himpunan Mahasiswa Aceh Singkil (Himmasil) Lhokseumawe periode 2026–2027 pada Jumat, 13 Februari 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa agar serius menempuh pendidikan sebagai bekal membangun daerah.
Dalam sambutannya, Safriadi Oyon mengingatkan bahwa mahasiswa merupakan aset penting bagi masa depan Aceh Singkil. Ia mendorong para mahasiswa untuk memprioritaskan pendidikan dan meningkatkan kapasitas diri selama masa perkuliahan.
"Kalian kelak adalah sebagai generasi penerus di Bumi Syekh Abdurrauf As-singkili," jelas Oyon.
Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk memperhatikan kebutuhan mahasiswa, termasuk rencana pembangunan asrama di Lhokseumawe jika anggaran daerah memungkinkan.
"Insya Allah, bantu doa, kita akan pikirkan sumber pendanaannya," kata Safriadi serius.
Selain itu, ia menjanjikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk membantu biaya kos mahasiswa.
"Catat Pak Asisten, itu sudah menjadi utang kita ke adik-adik mahasiswa," ucapnya.
Menanggapi aksi demonstrasi sebelumnya, Safriadi menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan siap menerima masukan secara langsung.
"Kalau mau mempertanyakan, datang ke ruang kerja saya, kami tidak pernah anti kritik," ujarnya.
Ketua Himmasil terpilih, Muhammad Andrian, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap pelantikan tersebut serta menyatakan komitmen organisasi untuk berkontribusi bagi pembangunan Aceh Singkil.
"Kami siap berpartisipasi demi Aceh Singkil tercinta," sebutnya.
Terkait isu demonstrasi, Andrian menegaskan bahwa Himmasil tidak terlibat dalam aksi tersebut dan tidak pernah berkoordinasi dengan pihak yang mengatasnamakan mahasiswa.
"Kami tidak mau dilibatkan atas nama mahasiswa. Kami belum ada berkomunikasi dengan yang mengatasnamakan mahasiswa. Tolong kalau mereka ya mereka saja, tahu pun kami nggak kok atas nama mahasiswa Aceh Singkil," katanya.
Ketua MPU Aceh Singkil, Ustaz Roesman Hasmi, turut menyampaikan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan melalui dialog yang santun dan konstruktif. (*)
