KH Abdul Hamid Wahid Dorong Alumni Nurul Jadid Bangun Jejaring Global

17 Januari 2026 17:23 17 Jan 2026 17:23

Thumbnail KH Abdul Hamid Wahid Dorong Alumni Nurul Jadid Bangun Jejaring Global

Kepala Pesantren PPNJ, KH. Abdul Hamid Wahid memberikan sambutan pada acara halaqoh alumni (Foto: Ponirin Mika/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, menggelar Halaqoh Alumni lintas negara dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 dan Haul Masyayikh.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) dari seluruh Indonesia, serta perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Tailan.

Dalam sambutannya, Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, menekankan pentingnya transformasi peran alumni dari sekadar ikatan primordial menjadi kekuatan jejaring fungsional yang berdampak luas bagi masyarakat global.

Kiai Hamid menyampaikan bahwa pesantren secara tradisional telah memiliki jejaring silaturahmi yang kuat. Namun, menghadapi tantangan pasar global dan dinamika ekonomi saat ini, alumni dituntut untuk mulai bekerja sebagai sebuah jaringan yang terintegrasi.

"Kita tidak cukup hanya membangun hubungan praktis berdasarkan kesamaan almamater. Kita harus menggunakan potensi yang ada di satuan-satuan daerah untuk menjadi sebuah jaringan besar yang tidak eksklusif, melainkan menjadi pijakan untuk masuk ke jejaring yang lebih luas," ujar KH. Abdul Hamid Wahid.

Mengutip pesan pendiri pesantren, Kiai Hamid mengingatkan bahwa indikator keberhasilan seorang santri adalah saat mereka kembali ke masyarakat dan tetap memegang teguh prinsip perjuangan. Khidmat kepada masyarakat, menurut beliau, adalah wujud nyata khidmat kepada Allah SWT.

"Alumni harus mampu mengambil peran, baik dalam mengawal masyarakat maupun melakukan transformasi positif, mulai dari lingkup terkecil hingga ruang yang lebih luas sesuai posisi masing-masing," tambahnya.

Satu poin penting yang ditekankan Kiai Hamid adalah pemisahan antara hubungan sosial (muasyarah) dan hubungan kerja (muamalah). Beliau memberikan resep agar kerja sama antar-alumni atau saudara tetap profesional dan tidak merusak hubungan personal.

"Bermuasyarahlah (bergaul) seperti orang dekat, tetapi bertamulah (bermuamalah) seperti orang asing," pesan beliau mengutip kaidah fikih.

Hal ini mengandung makna bahwa dalam urusan profesional dan bisnis, harus ada kesepakatan yang tegas, transparan, dan akuntabel, sebagaimana teladan Rasulullah SAW sebagai Al-Amin yang sangat menjaga amanah dalam bermuamalah sebelum diangkat menjadi rasul.

Di akhir sambutannya, Kiai Hamid mendorong setiap daerah (P4NJ) untuk mewujudkan kebersamaan mereka dalam bentuk yang konkret, seperti yayasan atau lembaga usaha. Pihak Pondok Pesantren Nurul Jadid pun menyatakan kesiapannya untuk hadir sebagai pembina dalam setiap inisiatif produktif tersebut.

"Ujung dari perjalanan kita di dunia adalah seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sekitar. Saya berharap alumni tidak hanya diam memikirkan diri sendiri, tetapi menyumbang perubahan masyarakat menuju yang lebih baik," pungkasnya.

Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, merupakan salah satu institusi pendidikan Islam terkemuka di Jawa Timur yang kini berusia 77 tahun. Pesantren ini dikenal dengan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul secara spiritual dan kompetitif secara intelektual di kancah nasional maupun internasional.(*)

Tombol Google News

Tags:

Alumni Nurul Jadid Jejaring Transformasi Sosial