KETIK, MALANG – Sukiman membeber kenangannya terhadap almarhum Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, yang meninggal usai bermain sepak bola, Minggu, 18 Januari 2026. Sepupu Kuncoro ini mengaku memiliki kenangan unik bersama almarhum saat sama-sama sedang menunaikan ibadah haji lalu.
Menurut Sukiman, ia dan Kuncoro sama-sama berhaji pada 2006 lalu. Namun, waktu itu, mereka ada di rombongan yang berbeda. Kuncoro ikut rombongan Kabupaten Malang, sedangkan ia dari Kota Batu.
"Pemondokan rombongan Kabupaten Malang ini cukup jauh. Letaknya di daerah Aziziyah, sekitar 7 km dari Masjidil Haram," kata Sukiman.
"Alih-alih ikut naik bus bersama rombongan lain, Kuncoro lebih memilih berangkat lebih awal dan berjalan kaki. Itu dilakukannya setiap hari. Ketika ditanya alasannya, ia hanya tertawa," sambungnya.
Sukiman mengaku sangat dekat dengan Kuncoro. Pasalnya, sejak kecil, Kuncoro dititipkan di keluarganya.
"Sejak kecil, Kuncoro memang suka main bola. Nggak hanya Kuncoro, ayah dan ibunya juga sangat menggemari sepak bola. Kegemaran ini menurun ke Kuncoro," sambung pria 65 tahun tersebut.
Saking sukanya dengan sepak bola, pendidikan formal Kuncoro sempat terganggu. Namun, kendati harus sering absen akibat bertanding, termasuk memperkuat Timnas Pelajar, ia bisa menuntaskan pendidikannya di salah satu SMA swasta di Kota Malang.
Sukiman sendiri menyebut sepak bola sebagai jalan ibadah Kuncoro. Dengan bermain sepak bola, menurutnya, legenda Arema ini bisa membahagiakan orang-orang di sekitarnya.
"Selain membahagiakan keluarga, Kuncoro selama hidupnya juga ringan tangan. Ia selalu sigap membantu orang yang membutuhkan," tutur Sukiman.
"Alhamdulillah, hari ini banyak orang yang mengantarkannya ke makam. Insyaallah, ini merupakan tanda ia orang baik," tandasnya. (*)
