KETIK, JAKARTA – Iran dipastikan tidak bisa mengikuti putaran final Piala Dunia 2026. Hal ini menyusul agresi Amerika Serikat—salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026—ke Iran sejak penghujung Februari 2026 lalu.
Bersama Israel, Amerika Serikat memang telah melancarkan serangan bom dan rudal ke wilayah Iran. Dalam serangan ini, ribuan warga Iran, termasuk pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi korban.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyebut bahwa agresi militer Amerika Serikat ini membuat Iran memastikan diri tak akan tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
“Mempertimbangkan bahwa rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, tak ada satu hal pun yang bisa membuat kami berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026,” kata Donyamali, dilansir dari Reuters.
“Mereka telah melakukan hal jahat terhadap Iran, dua kali memerangi kami dalam delapan sampai sembilan bulan belakangan, dan membunuh ribuan rakyat kami. Jadi, pasti kami tidak bisa hadir pada ajang tersebut,” sambungnya.
Iran merupakan salah satu dari 48 tim yang telah memastikan tempat pada putaran final Piala Dunia 2026. Putaran final ini akan dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Dalam sesi undian grup pada Desember 2025 lalu, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Grup ini akan dihelat di Los Angeles dan Seattle.
Sementara itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku telah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Infantino mengaku bahwa Trump mempersilakan Iran untuk berpartisipasi pada putaran final Piala Dunia 2026.
“Dalam pertemuan kami, Presiden Trump mempersilakan Timnas Iran untuk berkompetisi dalam putaran final di Amerika Serikat,” tutur Infantino.
