KETIK, MALANG – Asisten Pelatih Arema FC, Siswantoro, angkat bicara soal kronologi meninggalnya Kuncoro usai bermain bola di Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu, 18 Januari 2026. Ia menyebut, Kuncoro ambruk setelah bermain selama 20 menit.
Menurut Siswantoro, ia dan Kuncoro memperkuat tim SDF Batavia dalam laga trofeo memperingati 100 tahun Stadion Gajayana. Lawan mereka adalah Persema Reborn dan Persib Bandung All Stars.
Setelah menghadapi Persema Reborn, dalam satu babak yang berdurasi 20 menit, mereka beristirahat di pinggir lapangan. Kuncoro kemudian minum. Setelah minum, ia kemudian ambruk. Rekan-rekannya pun panik.
"Kemudian, ia saya tidurkan di bench. Saya sempat memberi bantuan RJP (Resusitasi Jantung dan Paru) kira-kira 15-30 menitan sembari menunggu ambulans datang," kenang Siswantoro.
"Ketika saya minta ia menyebut nama Allah, masih ada respons," sambungnya.
Setelah ambulans datang, ia ditangani petugas medis dan dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, setelah beberapa saat ditangani di rumah sakit, Kuncoro mengembuskan napas terakhirnya.
Siswantoro menyebut, Kuncoro tak mengeluhkan sakit apa pun. Bahkan, ketika sebelum dan saat bermain, ia masih sempat bercanda dengan rekan-rekannya.
"Tidak ada keluhan apa pun. Apalagi, tensi permainan pun santai," katanya.
"Selama ini, ia juga tidak pernah mengeluh sakit. Hanya, tekanan darahnya memang rendah," Siswantoro menambahkan. (*)
