Kenalkan SGC, Tim Komunikasi UMM Latih Branding Siswa SMAM 1 Bojonegoro

13 Februari 2026 18:50 13 Feb 2026 18:50

Thumbnail Kenalkan SGC, Tim Komunikasi UMM Latih Branding Siswa SMAM 1 Bojonegoro

Tim Pengabdian Masyarakat UMM, Isnaini Dzuhrina, memaparkan strategi Student Generate Content kepada siswa SMAM 1 Bojonegoro. (Foto: Komunikasi UMM)

KETIK, MALANG – Menjawab tantangan promosi pendidikan di era digital, Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (Komunikasi UMM) menggelar pelatihan branding berbasis Student Generated Content (SGC) bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 siswa ini dilatarbelakangi kebutuhan sekolah untuk beradaptasi dengan pola komunikasi dan promosi yang berkembang di media sosial.

Ketua tim pengabdian, Widiya Yutanti, memandang siswa sebagai representasi dalam membangun citra positif sekolah di ruang digital. Peran siswa, tambahnya, sangat strategis dalam membentuk persepsi publik.

“Di era media sosial, masyarakat cenderung lebih mempercayai cerita yang autentik dari siswa dibandingkan materi promosi yang bersifat formal. Karena itu, siswa perlu dibekali keterampilan sebagai kreator konten yang mampu menampilkan wajah sekolah secara kreatif dan tetap bertanggung jawab,” ujarnya.

Materi pelatihan disampaikan oleh Isnani Dzuhrina dan Arum Martikasari. Keduanya mengenalkan konsep dasar branding sekolah, optimalisasi Student Generated Content, teknik produksi konten yang menarik, hingga etika dalam bermedia sosial.

Selain pemaparan teori, peserta juga mengikuti praktik pembuatan konten bertema “A Day in My School”. Dalam kelompok kecil, siswa menyusun konsep, mengambil gambar, melakukan proses penyuntingan, hingga menyiapkan publikasi di media sosial sekolah.

Isnani Dzuhrina memaparkan, pendekatan tersebut tidak semata-mata mengajarkan teknik promosi, melainkan membangun kesadaran siswa sebagai duta sekolah di ranah digital.

“Setiap konten yang diunggah akan memengaruhi persepsi publik terhadap sekolah. Oleh karena itu, penting bagi siswa memahami prinsip ‘saring sebelum sharing’ agar citra yang terbentuk tetap positif dan profesional,” katanya.

Salah satu peserta mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang kreatif.

“Biasanya kami hanya mengunggah kegiatan sekolah apa adanya. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi memahami bagaimana membuat konten yang lebih menarik dan bisa memperkenalkan sekolah dengan cara yang lebih kreatif,” tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Komunikasi UMM Student Generate Content Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang SMAM 1 Bojonegoro