KETIK, SURABAYA – Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa salah satu peristiwa paling agung yang terjadi di bulan Ramadan adalah turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini dikenal sebagai Nuzulul Quran, yaitu momen ketika wahyu pertama diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Di antara peristiwa teragung dan istimewa yang berlangsung di bulan Ramadan adalah turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu utama. Peristiwa ini bahkan ditegaskan langsung oleh Al-Quran dalam rangkaian ayat yang membahas tentang puasa.
Dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, UAH menjelaskan bahwa ayat tentang turunnya Al-Quran berada di tengah rangkaian ayat puasa dalam Surat Al-Baqarah.
“Bila dibaca paket rangkaian ayat puasa ini, kita temukan dari ayat 183 sampai 187 di Surat Al-Baqarah, surat ke-2 dalam urutan mushaf Al-Quran. Penegasan itu ada di ayat pertengahannya, yaitu ayat 185. Allah SWT tegas menyampaikan bahwa di bulan Ramadan yang diwajibkan engkau menjalani ibadah puasa, saat itulah diturunkan Al-Quran,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa bulan Ramadan memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena menjadi waktu turunnya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta pembeda antara yang benar dan yang salah.
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memiliki hubungan yang erat dengan Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam.
Menurut UAH, pemilihan bulan Ramadan sebagai waktu turunnya Al-Quran bukanlah kebetulan. Allah memilih waktu yang paling mulia agar manusia memahami bahwa kitab suci tersebut memiliki kedudukan yang sangat agung.
Dalam penjelasannya, UAH menyebutkan beberapa rahasia di balik peristiwa Nuzulul Quran. Salah satunya adalah pemilihan waktu yang sangat istimewa, yakni bulan Ramadan, yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan.
Selain itu, wahyu Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir yang membawa risalah untuk seluruh umat manusia. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Quran hadir sebagai pedoman universal bagi kehidupan manusia.
Tidak hanya itu, proses turunnya wahyu juga melibatkan malaikat yang mulia, yaitu Malaikat Jibril, yang menyampaikan wahyu secara langsung kepada Rasulullah SAW.
Menjelang malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami dan mengamalkan isi Al-Quran. Peringatan Nuzulul Quran seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momen refleksi agar umat Islam semakin dekat dengan kitab suci tersebut.
UAH juga mengingatkan bahwa Al-Quran bukan sekadar untuk dibaca atau dihafal, melainkan harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, setiap Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih terarah, penuh hikmah serta membawa kebaikan bagi diri sendiri dan masyarakat. (*)
