KETIK, PALEMBANG – Kerusuhan yang terjadi menjelang Subuh pada Minggu 31 Agustus 2025 dipastikan bukan aksi damai yang baru akan digelar pada Senin 1 September 2025.
Hal itu ditegaskan Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi kepada awak media di Mapolda Sumsel Minggu.
"Itu bukan aksi damai, melainkan upaya menciptakan kerusuhan," tegas Irjen Andi Rian.
Dari kerusuhan itu, Polda Sumsel mengamankan sebanyak 42 remaja, yang sebagian besar berusia sekitar 20 tahun.
Dan mirisnya, tiga orang di antaranya dinyatakan positif menggunakan narkoba.
“Sangat disayangkan juga, bahkan ada upaya menyerang Markas Polda Sumsel," kata Kapolda.
"Bahkan ada seorang anggota kami mengalami luka di kepala akibat lemparan benda keras,” tambah Andi.
Untuk kerusakan akibat kerusuhan itu, kata Kapolda, gedung DPRD Sumsel, pos polisi yang berada di sejumlah Simpang Lampu Merah.
Kemudian kendaraan dinas jenis mobil sedan patroli milik Ditlantas Polda Sumsel yang dibakar.
Mantan Kapolda Sulse ini juga mengantisipasi potensi kericuhan di daerah lain seperti Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Baturaja, dan OKU.
Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait aksi anarkis tersebut.
"Hasil pendataan, aksi dari unjuk rasa ini didominasi oleh anak-anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah," ungkapnya.
Untuk itu, Kapolda mengimbau para orang tua untuk mencegah anak-anak mereka agar tak terpengaruh hingga turun ke jalan.
Terkait dua Pos Polisi dan Pos Penjagaan Ditlantas Polda Sumsel, Kapolda memastikan api diduga berasal dari bom molotov.
"Iya, yang muncul api sudah pasti (Bom Molotov), dan itu yang sedang kita dalami," tutupnya.
Selain mengamankan 42 remaja yang diduga terlibat aktif dalam aksi pengerusakan, polisi juga mengamankan belasan unit sepeda motor dari remaja yang terlibat konvoi dan perusakan dini hari tadi.
Hingga saat ini polisi masih melakukan pendataan di Ditreskrimum Polda Sumsel.
Sementara, Gubernur Sumsel, H Herman Deru, menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kapolda Sumsel dan Pangdam II/Sriwijaya.
“Alhamdulillah kondisi sudah kembali kondusif. Saya berharap semua pihak menjaga toleransi dan persatuan agar Sumsel tetap zero konflik,” katanya.(*)