KETIK, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia. Salah satu pengusaha terkemuka Tanah Air sekaligus pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026.
Informasi wafatnya sosok konglomerat tersebut langsung menjadi perhatian publik, mengingat perannya yang sangat besar dalam membangun kerajaan bisnis Djarum hingga menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia.
Berita duka ini dibenarkan oleh Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan.
"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya Pimpinan Kami, Bapak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujarnya
Semasa hidupnya, Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu figur sentral di balik kesuksesan Djarum. Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia mengembangkan bisnis keluarga tersebut dari industri rokok kretek menjadi kelompok usaha besar lintas sektor.
Tak hanya di industri tembakau, ekspansi bisnis keluarga Hartono juga merambah sektor perbankan melalui kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA), yang kini menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.
Selain itu, grup usaha mereka juga memiliki portofolio di bidang properti, elektronik, agribisnis, hingga investasi digital.
Nama Michael Bambang Hartono selama bertahun-tahun masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia bahkan dunia. Kekayaan yang dimilikinya berasal dari diversifikasi bisnis yang luas dan strategi investasi jangka panjang yang konsisten.
Bersama saudaranya, ia dikenal sebagai bagian dari “Hartono bersaudara” yang kerap menempati posisi teratas dalam daftar miliarder Indonesia versi berbagai lembaga internasional.
Pria yang juga dikenal sebagai atlet Bridge nasional ini juga memantik perhatian setelah salah satu anak usahanya berhasil mengakuisisi klub sepak bola Italia, Como 1907 yang nyaris bangkrut.
Akuisisi pada tahun 2019 itu tidak saja menyelamatkan nyawa klub, tapi juga sukses Como 1907 promosi dan bertahan di Serie A hingga kini. (*)
