KETIK, JAKARTA – Pemerintah Republik Islam Iran akhirnya mengakui, dua pejabat pentingnya telah gugur dalam sebuah serangan udara yang dilakukan koalisi Israel dan Amerika Serikat.
Salah satu pejabat yang gugur tersebut adalah Ali Larijani, pejabat senior Iran yang berpengaruh dalam kebijakan keamanan nasional. Ia saat ini menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, setelah sebelumnya menempati berbagai posisi strategis dalam pemerintahan negeri kaya minyak tersebut.
Pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Larijani dan menyebut serangan itu sebagai tindakan kriminal yang melanggar kedaulatan negara. Dalam pernyataan resminya, otoritas Iran menyebut Larijani tewas bersama sejumlah anggota keluarga dan pengawalnya di lokasi kejadian.
“Setelah seumur hidup berjuang demi kejayaan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya menjawab panggilan kebenaran dan dengan bangga mencapai derajat martir di garis pengabdian,” bunyi pernyataan resmi pemerintah Iran, Rabu, 18 Maret 2026.
Larijani diketahui menjabat sebagai figur penting dalam struktur keamanan Iran. Ia sebelumnya pernah memimpin parlemen serta menjadi salah satu tokoh kunci dalam perumusan kebijakan strategis, termasuk terkait isu nuklir dan pertahanan.
Ali Larijani yang juga doktor filsafat Barat dan banyak menulis tentang pemikiran filosof Immanuel Kant itu sebelumnya juga disebut-sebut menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran, mengganti Ayatollah Ali Khamenei yang meninggal pada Februari 2026 lalu akibat serangan Israel-AS.
Tak hanya Ali Larijani, pemerintah Iran juga membenarkan gugurnya komandan milisi internal Basij, Gholamreza Soleimani.
Dua hari sebelumnya, Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim telah membunuh Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dan. Belum ada konfirmasi atau bantahan dari Iran sejauh ini.
“Para pemimpin rezim dibunuh dan kemampuan mereka dihentikan,” tulis Katz di media sosial.
Serangan di ibu kota Teheran ini menambah daftar panjang target elite Iran yang menjadi sasaran dalam eskalasi konflik di kawasan. Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran meningkat tajam.
Pihak Israel belum memberikan pernyataan resmi secara rinci, namun sejumlah laporan menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk melemahkan struktur komando dan pengaruh militer Iran.
Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan akan memberikan respons atas serangan tersebut. Pernyataan ini memicu kekhawatiran meningkatnya konflik terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sebagai pejabat senior dengan latar belakang sipil, Larijani dinilai punya peran strategis sebagai penghubung antara elite politik dan militer dalam pengambilan keputusan strategis negara.
