KETIK, JEMBER – Jember Marching Festival (JMF) 2026 sukses digelar sebagai ajang kompetisi dan edukasi marching band berskala nasional. Event tahunan ini berlangsung selama 6–8 Februari 2026 di Gedung Olah Raga (GOR) PKSPO Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Memasuki tahun ke-9 pelaksanaan, JMF 2026 melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Himpunan Orkes Barisan Indonesia (HOBI) kembali bertindak sebagai penyelenggara dengan dukungan Asian Marching Band Confederation (AMBC).
Ketua Umum HOBI, Nancy Sambow, menegaskan bahwa Jember Marching Festival tidak dirancang semata sebagai ajang perlombaan, melainkan sebagai instrumen edukasi berkelanjutan bagi peserta, pelatih, dan pembina marching band, khususnya di daerah.
Menurut Nancy, pembinaan marching band membutuhkan proses panjang dan bertahap. Pelatihan dan workshop harus dilengkapi dengan kompetisi agar peserta dapat mengukur capaian pembelajaran secara nyata.
“Melalui JMF, peserta tidak hanya tampil, tetapi juga belajar mengevaluasi kualitas band mereka. Semua proses pembinaan terlihat saat kompetisi berlangsung,” ujar Nancy, Minggu (8/2/2026).
Panitia menyiapkan JMF 2026 sejak hampir satu tahun sebelumnya. Setelah penutupan JMF 2025, pendaftaran langsung dibuka dan diikuti technical meeting awal untuk mengantisipasi lonjakan peserta.
Antusiasme terlihat dari kategori individual contest yang ditutup lebih cepat setelah pendaftar mencapai sekitar 235 hingga 250 peserta. Sementara itu, kategori penampilan grup diikuti 88 marching band, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga divisi open tanpa batasan usia.
Peserta datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan sebaran daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Banyuwangi, Probolinggo, Malang, Ngawi, Yogyakarta, hingga Magelang.
Dengan cakupan wilayah dan jumlah peserta tersebut, Jember Marching Festival terus memperkuat posisinya sebagai salah satu barometer pembinaan marching band nasional. (*)
