KETIK, JEMBER – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Rakyat Jalan dr. Soebandi Nomor 29, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, mendadak diwarnai kepanikan setelah seekor ular berukuran besar ditemukan di selokan lingkungan sekolah, Senin, 19 Januari 2026 siang.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.03 WIB itu membuat ratusan siswa dari tingkat SD hingga SMP berhamburan menjauh. Para siswa terlihat ketakutan setelah mengetahui ada ular bersembunyi di area sekolah.
Pihak sekolah kemudian melaporkan temuan tersebut ke Mako A Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarkat) Pemerintah Kabupaten Jember untuk meminta bantuan evakuasi.
Anggota Mako A Damkarkat Pemkab Jember, Aris Setiawan, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 13.11 WIB. Meski saat itu petugas tengah menangani evakuasi lain, tim tetap segera bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan tiga personel.
“Kami dapat laporan ada ular masuk di lingkungan Sekolah Rakyat. Saat itu kami juga berbarengan menangani evakuasi cincin di kantor, tetapi tetap langsung merespons dan berangkat ke lokasi,” ujar Aris saat dikonfirmasi di Mako Damkarmat Jember.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kondisi sekolah dalam situasi siaga. Para guru sudah mengamankan siswa, sementara ular dilaporkan terlihat di sekitar selokan sekolah.
Aris menjelaskan, proses pencarian tidak langsung membuahkan hasil karena ular tidak tampak saat pengecekan awal. Petugas kemudian menyisir selokan menggunakan senter untuk memastikan keberadaan hewan tersebut.
Dari hasil penyisiran, ular akhirnya ditemukan bersembunyi di balik tumpukan sampah yang menutupi saluran air. Petugas terpaksa mengeluarkan sampah satu per satu hingga ular terlihat jelas.
“Kesulitannya karena selokannya sempit dan tertutup sampah. Hewannya sembunyi di tumpukan sampah itu, jadi kami harus mengeluarkan sampah satu per satu sampai ularnya terlihat,” katanya.
Setelah posisi ular diketahui, petugas langsung mengevakuasi menggunakan alat penjepit khusus. Aris memastikan ular tersebut bukan piton seperti dugaan awal, melainkan jenis King Koros.
“Ularnya besar dan gesit, panjangnya sekitar satu meter lebih, hampir dua meter. Informasi yang kami terima tidak ada korban, hanya siswa yang ketakutan karena ukuran ular yang disebut sebesar lengan orang dewasa,” jelasnya.
Proses pencarian hingga evakuasi berlangsung sekitar 10 menit. Ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Aris menambahkan, ular King Koros umumnya hidup di area persawahan karena memangsa tikus. Ia menduga ular tersebut masuk ke lingkungan sekolah melalui selokan yang terhubung dengan area sekitar.
“Kemungkinan ularnya dari sawah dan masuk lewat selokan. Untuk ularnya sendiri sudah kami rilis dan dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” pungkasnya.
