Sukses Mitigasi! 107 Ribu Jemaah Padati Malang, Puncak 1 Abad NU Tetap Lancar Tanpa Macet

8 Februari 2026 21:31 8 Feb 2026 21:31

Thumbnail Sukses Mitigasi! 107 Ribu Jemaah Padati Malang, Puncak 1 Abad NU Tetap Lancar Tanpa Macet

Petugas kebersihan dari DLH Kota Malang siap siaga membersihkan area Stadion Gajayana usai Mujahadah Kubro 1 Abad NU. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Gelaran Mujahadah Kubro dalam rangka puncak Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026 bisa dibilang berjalan sukses dan rapi.

Acara akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu bahkan dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur datang memadati Kota Malang. Namun di luar dugaan banyak pihak, kehadiran massa dalam jumlah besar itu justru tak memicu kemacetan parah seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Sejak awal, gelaran Mujahadah Kubro memang digadang-gadang bakal berdampak besar pada lalu lintas kota. Sejumlah ruas jalan diprediksi padat, bahkan macet total. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Arus lalu lintas relatif lancar, aktivitas warga tetap terkendali, dan kondisi kota terpantau kondusif hingga acara selesai.

Tak hanya soal lalu lintas, persoalan sampah yang kerap menjadi momok acara besar juga tertangani dengan cepat. Tak lama setelah kegiatan berakhir, tumpukan sampah di sekitar Stadion Gajayana dan area sekitarnya sudah langsung bersih.

Kondisi ini pun ramai mendapat respons positif dari warganet Threads. Banyak yang mengaku heran sekaligus kagum karena Kota Malang tetap terkendali di tengah gelombang jemaah yang datang.

“Sek ta yo rek, kok akeh yang ngomong kalau gembor-gembore acara NU iki berlebihan. Menurutku gak gitu deh, cara pandangnya beda. Aku rasa bukan berlebihan,” tulis akun amay***.

Dalam unggahannya, ia menilai kelancaran lalu lintas bukan karena isu kedatangan jemaah yang dilebih-lebihkan, melainkan karena tingginya kesadaran dan toleransi warga Kota Malang. Informasi soal potensi kemacetan sudah disampaikan jauh hari, sehingga warga memilih menyesuaikan aktivitasnya.

“Ini poin 1, udah dikasih tau bakal ada acara yang bikin macet. Kita diam aja di rumah. Nggak ngotot mau keluar,” lanjutnya.

Menurutnya, banyak warga yang sudah bersiap sejak jauh hari untuk tidak bepergian, terutama pada hari Sabtu. Selain itu, ia juga menyebut perencanaan yang matang membuat kondisi di lapangan berjalan lebih terkendali.

“Terus ya, ditambah jalannya udah ditata, yang mau ditutup jalan mana aja udah ditata dan disounding. Jadi kebanyakan orang udah siap,” tulisnya lagi.

Komentar serupa juga datang dari akun fami*** yang mengaku sengaja menahan diri agar tidak terjebak kemacetan.

“Aku gak ambil job, takut kejebak macet. Bener banget warga Malang udah antisipasi,” ujarnya.

Sementara akun aura*** menilai gembar-gembor dari jauh hari justru menjadi kunci kelancaran acara. Sosialisasi masif dari berbagai pihak dinilai efektif membangun kesiapan warga.

“Sepemikiran ternyata gembar-gembor dari jauh-jauh hari oleh dinas dan sosmed tentang akan macetnya Malang berhasil. Hasilnya suasana dan jalanan di Malang biasa aja malah macetan biasanya, bahkan sampai acara selesai kondusif lancar,” tulisnya.

Ia juga mengapresiasi kerja panitia dan semua pihak yang terlibat. Menurutnya, perencanaan yang baik membuat acara besar ini berjalan aman tanpa menimbulkan keluhan.

“Panitia dan semua yang terlibat berarti merencanakan secara baik jadinya aman dan lancar tanpa paido wong-wong (makian orang-orang),” imbuhnya.

Istilah mitigasi pun ramai disorot warganet. Akun nanang*** menyebut apa yang terjadi di Kota Malang sebagai contoh mitigasi yang berhasil.

“Harlah 1 abad NU telah jauh hari disosialisasikan. Jalanan diperkirakan macet, ratusan atau ribuan kendaraan akan masuk Kota Malang. Kemudian kemarin dan hari ini ternyata Kota Malang baik-baik aja. Tidak terjadi kemacetan yang parah banget. Itulah yang dinamakan MITIGASI,” tulisnya.

Bagi sebagian warga, kelancaran lalu lintas justru menjadi kabar baik. Artinya, langkah antisipasi yang dilakukan bersama-sama benar-benar berdampak nyata.

Kalau ternyata jalanan tidak macet, justru patut disyukuri. Banyak warga Malang memilih menahan diri untuk tidak keluar rumah, sehingga beban jalan bisa ditekan. Hal ini juga menepis anggapan bahwa informasi soal potensi kemacetan dalam acara Harlah 1 Abad NU bersifat berlebihan.

“Benar sekali saya juga menahan diri dari Jumat sepulang jemput sekolah anak tidak keluar sampai sore ini,” tulis akun zuhro***.

“Nah ini benar. Mitigasi dan persiapannya pas,” imbuh akun hino***.

Kesuksesan Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana ini tak hanya tercermin dari khidmatnya acara dan kehadiran Presiden, tetapi juga dari kolaborasi banyak pihak. Mulai dari panitia, aparat, hingga masyarakat Kota Malang yang menunjukkan kedewasaan dan toleransi sosial.

Acara besar tetap bisa berjalan lancar tanpa harus menyisakan persoalan. Kota Malang pun mendapat apresiasi luas karena mampu menjadi tuan rumah yang tertib, ramah, dan siap menghadapi agenda berskala nasional. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mujahadah Kubro 1 Abad NU 1 abad nu stadion gajayana macet Mujahadah Kubro Presiden Prabowo Prabowo Subianto nu Harlah NU mitigasi