Jangan Remehkan Lelah saat Mudik! Berhenti di Rest Area Bukan Buang Waktu

18 Maret 2026 03:00 18 Mar 2026 03:00

Thumbnail Jangan Remehkan Lelah saat Mudik! Berhenti di Rest Area Bukan Buang Waktu

Pentingnya berhenti di rest area saat lelah mudik. (Foto: Dokumen ketik.com)

KETIK, MALANG – Kelelahan saat mengemudi masih menjadi "pembunuh senyap" dalam kecelakaan lalu lintas selama arus mudik. Menanggapi hal ini, Universitas Brawijaya (UB) melalui Kepala Divisi K3L, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, memberikan peringatan keras bagi para pemudik untuk tidak memaksakan diri di jalan.

Menurut Prof. Qomariyatus, banyak pengemudi yang terjebak dalam ambisi cepat sampai ke kampung halaman, sehingga mengabaikan sinyal tubuh yang sudah mulai kehilangan fokus.

“Jika mulai merasa mengantuk atau kehilangan konsentrasi, jangan memaksakan diri. Segera berhenti di rest area untuk beristirahat. Istirahat yang cukup dapat membantu mengembalikan fokus saat berkendara,” tegas dosen Kesehatan Masyarakat tersebut, seperti dikutip dari laman resmi UB.

Bahaya Kehilangan Konsentrasi

Kelelahan bukan sekadar rasa pegal, melainkan penurunan fungsi kognitif yang drastis. Prof. Qomariyatus menjelaskan bahwa identifikasi risiko sejak awal adalah inti dari prinsip K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang harus dibawa dari tempat kerja ke jalan raya.

Ia menekankan bahwa banyak kecelakaan fatal bermula dari penurunan fokus yang sebenarnya bisa dicegah jika pemudik memiliki manajemen waktu istirahat yang baik.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Prinsip K3 pada dasarnya mengajarkan kita untuk mengidentifikasi risiko sejak awal dan melakukan langkah pencegahan agar perjalanan tetap aman,” ujarnya.

Manajemen Istirahat sebagai Mitigasi

Selain kesiapan fisik, Prof. Qomariyatus menyarankan pemudik untuk merencanakan titik-titik pemberhentian bahkan sebelum mesin kendaraan dinyalakan. Perencanaan rute yang matang adalah kunci agar perjalanan tidak hanya cepat, tapi juga sehat dan nyaman.

Ia juga mengingatkan bahwa membawa perlengkapan tambahan seperti kotak P3K dan alat keselamatan lainnya adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

“Perlengkapan keselamatan sering dianggap sepele, padahal dalam situasi tertentu bisa sangat membantu. Prinsipnya adalah selalu siap menghadapi kemungkinan risiko di jalan,” tambahnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Rest area mudik Mudik Lebaran Universitas Brawijaya UB Lebaran 2026