KETIK, LABUHAN BATU – Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, khususnya ruas By Pass H Adam Malik Rantauprapat, dikeluhkan rawan kecelakaan akibat banyaknya lubang di badan jalan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Para pemudik, terutama pengendara roda dua, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut.
Berdasarkan amatan di lapangan dalam beberapa waktu terakhir, kerusakan jalan terlihat mulai dari simpang Hock Lie hingga simpang Kompi 126/KC.
Sejumlah titik dipenuhi lubang dengan kondisi cukup lebar dan dalam.
Material jalan berupa hotmix curah membuat bagian tengah jalan mengalami kerusakan cukup parah.
Bahkan, beberapa lubang terlihat memanjang menyerupai aliran parit yang berpotensi membahayakan pengendara.
Sarmin (56), warga yang ditemui di sekitar persimpangan Perumahan BHP Kelurahan Padang Bulan, mengaku kondisi jalan tersebut sudah memakan korban.
"Kemarin ada yang jatuh, kayaknya pemudik itu, karena bawa keluarga dan tas. Kasihan, ditabraknya lubang, terus terbalik dan terseret. Lubang itu harusnya ditimbun, kasihan bagi yang tidak tahu," ujarnya.
Seiring dimulainya Operasi Ketupat 2026, arus kendaraan pemudik di Jalinsum Labuhanbatu mulai meningkat, terutama kendaraan roda empat.
Kondisi jalan berlubang yang belum diperbaiki dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Hingga saat ini, sejumlah lubang bahkan terlihat hampir menutupi badan jalan di beberapa titik dan belum dilakukan penanganan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu, Said Ali Harahap menyebut perbaikan jalan tersebut bukan menjadi kewenangan pihaknya.
"Untuk jalan yang berlobang dari simpang Kompi sampai simpang Aek Riung, mohon adek koordinasi dengan PUPR, terima kasih," tulisnya melalui pesan singkat.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Labuhanbatu, Iptu M Rizal menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya guna mendukung keselamatan arus mudik.
"Kami dari Sat Lantas Polres Labuhanbatu sudah melakukan upaya-upaya untuk keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, khususnya dalam rangka mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Namun terkait realisasi perbaikan jalan merupakan kewenangan dan tugas dari BBPJN dan Dinas PUPR," ujarnya.
Ia menyebut, pihaknya telah menyurati Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara dan Dinas PUPR Provinsi Sumut, disertai dokumentasi kerusakan jalan serta titik koordinatnya.
Selain itu, survei bersama juga telah dilakukan dengan melibatkan Ditlantas Polda Sumut, PUPR Sumut, dan Dinas Perhubungan Sumut untuk melihat langsung kondisi jalan di wilayah tersebut.
"Kita sama-sama berharap agar upaya itu dapat segera direalisasikan oleh stakeholder terkait, sehingga perbaikan jalan dan jembatan yang rusak dapat segera terlaksana, khususnya dalam rangka mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H Tahun 2026," tambahnya.(*)
