KETIK, MALANG – Arema FC memiliki motivasi tambahan jelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Singo Edan termotivasi untuk bermain lebih baik dan berprestasi demi menjaga warisan almarhum asisten pelatih mereka, Kuncoro.
Sosok Kuncoro dikenal memiliki peran penting dalam membangun karakter dan mental bertanding Arema FC. Bisa dibilang legenda Arema ini adalah sosok yang menjaga roh permainan Singo Edan dari masa ke masa.
Kuncoro sendiri akhirnya mengakhiri masa baktinya di Arema pada akhir pekan lalu. Pria kelahiran 7 Maret 1973 ini mengembuskan napas terakhirnya usai bermain sepak bola di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu, 18 Januari 2026.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa Kuncoro tak pernah benar-benar meninggalkan tim. Semangat dan dedikasinya, sambung pelatih asal Brasil tersebut, ada di dada setiap penggawa Arema FC.
"Pelatih dan pemain telah berjanji, pada putaran kedua akan selalu kerja lebih keras untuk Abah Kun (sapaan karib Kuncoro)," ujar Marcos.
"Kami tidak akan melupakan sosoknya, yang selama ini membentuk tim ini. Kami akan bekerja keras agar almarhum bisa bahagia," sambungnya.
Menurut Marcos, wafatnya Kuncoro adalah kehilangan besar bagi Arema dan Aremania. Aremania, sambung pelatih berusia 46 tahun tersebut, kehilangan sesosok legenda.
"Sementara, kami di Arema kehilangan teman dan saudara," kata Marcos.
Pernyataan senada juga diungkapkan oleh manajemen Arema FC. Mereka memastikan akan berusaha sekuat mungkin menjaga legacy almarhum Kuncoro.
"Pasti Coach Kuncoro meninggalkan legacy di sini. Ini yang harus kita jaga bersama," tandas General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi. (*)
