KETIK, MALANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang akan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Hal ini sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok jelang Ramadan dan Idul Fitri,
Dalam GPM tersebut, disediakan berbagai produk bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir hingga kecap. Berbagai komoditas tersebut dijual di bawah harga pasar.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhah, mengatakan, pelaksanaan GPM di tahun 2026 ini sudah dimulai.
"Kami sudah melaksanakan Gerakan Pangan Murah di tanggal 23 Januari 2026, dan akan diintensifkan saat bulan Ramadan. Selain menjaga pasokan, masyarakat juga bisa semakin mudah memperoleh bahan pangan murah dan berkualitas," ujarnya kepada Ketik.com, Senin, 9 Februari 2026.
Melihat dari tahun 2025 lalu, Dispangtan Kota Malang secara keseluruhan telah menggelar sebanyak 100 kali GPM dengan menyasar ke berbagai kelurahan.
Dari kegiatan GPM yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025 tersebut, telah didistribusikan beras 400 ton, gula 69 ton, minyak goreng 127.000 liter, telur 33 ton, bawang merah 4,5 ton dan bawang putih 7,7 ton. Kemudian cabai rawit 1,75 ton, cabai merah besar 1,5 ton dan tepung 18 ton.
"Untuk GPM di tahun 2026 ini, kami juga melakukan hal yang serupa. Yaitu, dilaksanakan secara mobile berkeliling ke 57 kelurahan dengan target satu hari menyasar dua kelurahan," terangnya.
Dirinya mengungkapkan, bahwa harga bahan pangan di GPM dijual lebih murah dibawah harga pasar. Karena selain diambil langsung dari distributor, biaya transportasi juga telah ditanggung.
"Di samping itu, kami juga bekerjasama dengan daerah-daerah penghasil. Jadi, kami memotong rantai distribusi agar harganya tidak terlalu tinggi," pungkasnya. (*)
