Perekonomian Jatim Tumbuh Inklusif, Gubernur Khofifah Tegaskan Konsistensi Akselerasi Ekonomi Daerah

9 Februari 2026 20:52 9 Feb 2026 20:52

Thumbnail Perekonomian Jatim Tumbuh Inklusif, Gubernur Khofifah Tegaskan Konsistensi Akselerasi Ekonomi Daerah

Data grafik Ekonomi Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan kinerja yang kuat dan inklusif hingga akhir 2025 berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, ekonomi Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan kinerja yang kuat dan inklusif hingga akhir tahun 2025.

BPS juga mencatat per 5 Februari 2026 ekonomi Jawa Timur pada Triwulan IV-2025 tumbuh 5,85 persen year-on-year (y-on-y), mendekati angka 6 persen dibandingkan Triwulan IV-2024. 

Sepanjang tahun 2025, ekonomi Jawa Timur secara akumulatif tumbuh sebesar 5,33 persen (cumulative-to-cumulative/c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini menunjukkan konsistensi akselerasi ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. 

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ini didukung oleh berbagai sektor yang bergerak secara inklusif. Secara y-on-y, pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh sebesar 9,86 persen.

Selain itu dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh signifikan sebesar 6,66 persen. Hal ini menjadi penanda kuatnya kepercayaan investor terhadap ikhlim usaha di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Berdasarkan keterangannya, pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga sampai akhir tahun merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif.

"Alhamdulillah, hingga penghujung tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Jatim terus bertembuh. Di tengah berbagai dinamika nasional, Insya Allah perekonomian Jawa Timur terus tumbuh konsisten dan inklusif," ujar Gubernur Khofifah di Surabaya pada Jum'at, 6 Februari 2026.

Ia menambahkan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh kenaikan investasi mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap stabilitas serta prospek perekonomian di Jawa Timur.

Tak lupa, Khofifah juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak karena capaian ini dipandangnya sebagai bukti resiliensi dan soliditas sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kestabilan perekonomian masyarakat hingga akar rumput.

"Selalu kami sampaikan bahwa penting sekali untuk menjaga iklim investasi di suatu daerah. Untuk itu, diperlukan kerja keras dari semua pihak agar Jawa Timur tetap menjadi favorit bagi investor," tegasnya.

Dalam struktur ekonomi, perekonomian Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama, yakni industri pengolahan sebesar 31,31 persen, perdagangan sebesar 18,55 persen dan pertanian sebesar 10.74 persen. 

Struktur tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,06 persen, sekaligus penyumbang terbesat kedua terhadap perekonomian nasional sebesar 14,21 persen.

Dalam sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 telah mencapai Rp3.403,17 triliun. Sementara itu, PDRB per kapita Jawa Timur meningkat menjadi Rp80,86 juta. 

"Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cerminan dari meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara agregat sepanjang tahun lalu," ujarnya.

Secara c-to-c, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2025 adalah sektor Jasa Perusahaan yang tumbuh sebesar 9,24 persen. Pertumbuhan ini juga didukung oleh meningkatnya kinerja biro dan agen perjalanan wisata sepanjang tahun. 

Lebih lanjut, sektor Akomodasi dan Makan Minum juga mengalami pertumbuhan yang positif seiring dengan meningkatnya aktivitas penyediaan makan minum sebagai dampak dari program prioritas nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selanjutnya dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 6,63 persen. Pencapaian ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan antarwilayah, baik domestik maupun internasional. 

Dengan adanya berbagai capaian tersebut, Gubernur Khofifah beroptimis tren positif perekonomian Jawa Timur akan terus berlanjut pada awal tahun 2026. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga stabilitas dan iklim kondusif yang sudah dibangun.

"Capaian akhir tahun ini menjadi modal awal yang kuat memasuki tahun 2026. Bukan untuk berpuas diri, tetapi untuk terus memacu kinerja demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur," imbuhnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

ekonomi Jawa Timur pertumbuhan ekonomi BPS Jawa Timur Gubernur Khofifah Ekonomi Inklusif investasi jawa timur PDRB Jawa Timur PMTB Iklim Investasi Ekonomi daerah