KETIK, MALANG – Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Saber Pangan Polresta Malang Kota melakukan sidak di Pasar Bunulrejo di Jalan Hamid Rusdi Kecamatan Blimbing Kota Malang, Senin, 9 Februari 2026.
Sidak itu bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang bulan suci Ramadan. Dalam sidak tersebut, petugas menyasar ke lima pedagang termasuk toko sembako yang menjual beras dan minyak goreng maupun daging.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi
Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Puspa Dewi mengatakan, sidak dilakukan untuk mengecek ketersediaan stok bahan pangan. Termasuk, memastikan harganya tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Tujuan kami melakukan sidak untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan. Ada 14 jenis komoditi yang kami cek seperti beras, cabai, bawang merah dan putih, daging ayam, telur dan berbagai komoditi lainnya," ujarnya kepada Ketik.com.
Dalam sidak tersebut, hasilnya tidak ada kelangkaan dan lonjakan harga signifikan. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan agar pasokan terjamin dan harga tetap stabil.
"Dari semua bahan pokok yang dicek tersebut, kami tidak menemukan kelangkaan. Semoga saat momen Ramadan dan Lebaran nanti, juga tetap aman," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Kanit Tipidter), Ipda Suryantara Adi mengungkapkan, bahwa telah dibentuk Satgas Saber Pangan Polresta Malang Kota. Satgas ini dibentuk untuk menindak pelanggaran hukum terkait distribusi maupun ketersediaan stok pangan.
"Jelang Ramadan ini, kami berkolaborasi dengan Bapanas mengecek ketersediaan stok bahan pangan. Alhamdulillah di Pasar Bunulrejo ini, kami tidak menemukan pelanggaran tetapi ada beberapa komoditi yang harganya sedikit naik," bebernya.
Dirinya juga menegaskan, agar pihak distributor maupun pedagang untuk tidak menimbun stok bahan pangan. Selain melanggar hukum, hal itu akan menimbulkan kelangkaan dan harganya menjadi tidak stabil.
"Apabila ditemukan adanya pelanggaran, maka akan kita proses secara berjenjang. Jadi, kami lakukan pembinaan dan panggilan terlebih dahulu. Namun apabila tidak bisa dibina dan kembali melakukan pelanggaran, maka dilakukan upaya hukum," tegasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang beras di Pasar Bunulrejo, Supri mengaku saat ini yang sulit didapat adalah stok beras premium. Khususnya, beberapa merek beras premium yang menjadi favorit masyarakat.
"Sudah dua minggu ini, beras premium seperti merek Lahap, Bintang, Mentari, Lombok susah didapat. Meski begitu, saya lebih memilih stok kosong daripada menaikkan harga. Kalau untuk harga beras premium, biasanya relatif stabil antara Rp 77 ribu sampai Rp 78 ribu," tandasnya. (*)
