KETIK, TULUNGAGUNG – Dunia jurnalistik di Kabupaten Tulungagung diselimuti duka mendalam pada Jumat, 9 Desember 2026.
Salah satu putra terbaik insan pers, Mashuri, jurnalis senior yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap profesinya, berpulang.
Kabar wafatnya Mashuri mengejutkan banyak pihak dan menyisakan kesedihan tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan-rekan seprofesi di berbagai media.
Sosoknya dikenal luas sebagai jurnalis yang bersahaja, berintegritas, dan konsisten menjaga marwah profesi.
Mendengar kabar duka tersebut, Sekretaris Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Tulungagung, Sugeng Hariyadi yang akrab disapa Hariya Liu, langsung bergegas ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Bagi Liu, almarhum bukan sekadar rekan kerja, melainkan pribadi yang hangat dan mudah bergaul. Ia mengenang Mashuri sebagai sosok yang setia pada profesinya dan memiliki karakter kuat.
"Almarhum adalah pribadi yang luar biasa; baik, loyal, humoris, sekaligus memiliki dedikasi tanpa batas terhadap profesinya," ujar Liu dengan nada haru.
Menurutnya, Mashuri dikenal memegang teguh prinsip independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Setiap karya yang dihasilkan selalu berangkat dari tanggung jawab dan upaya menjaga keseimbangan informasi.
“Beliau menjalankan tugas jurnalistik dengan tanggung jawab penuh, selalu berusaha menyajikan informasi yang berimbang dan tepercaya,” lanjut Liu.
Semasa hidup, Mashuri juga aktif sebagai Ketua IWOI Kabupaten Tulungagung.
Perannya dinilai sangat penting dalam membina dan menjadi teladan bagi jurnalis muda. Sikap santun serta komitmennya terhadap kebenaran membuatnya dihormati lintas generasi.
"Atas nama pribadi dan keluarga besar IWOI Tulungagung, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima, dosa-dosanya diampuni, dan beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," tutup Liu seraya mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan.
Kepergian Mashuri meninggalkan jejak panjang dalam dunia pers Tulungagung. Dedikasi dan pengabdiannya akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah jurnalistik daerah.(*)
