KETIK, LEBAK – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak kembali menggelar Pesantren Kilat Ramadan 2026.
Kegiatan tahunan yang kini memasuki tahun ketiga tersebut dilaksanakan pada 14–15 Maret 2026 di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak.
Momentum sepuluh malam terakhir Ramadan dipilih sebagai waktu pelaksanaan karena diyakini memiliki keutamaan spiritual, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para tenaga kesehatan dalam memperkuat nilai-nilai keimanan dan integritas profesi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan agenda religius dan sosial, mulai dari santunan anak yatim, buka puasa bersama, sahur bersama, kajian keagamaan, hingga tadarus Al-Qur’an. Suasana khidmat dan kebersamaan terasa kental selama kegiatan berlangsung.
(Foto: Gambar PPNI Kabupaten Lebak)
Ketua DPD PPNI Kabupaten Lebak, Ns. Endang Komarudin, SKM., S.Kep., M.A., mengatakan bahwa pesantren kilat ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membina spiritualitas anggota sekaligus mempererat soliditas internal.
“Pesantren kilat ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter. Kami ingin para perawat memiliki landasan spiritual yang kuat sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dilandasi keikhlasan, empati, dan tanggung jawab moral,” ujar Endang Komarudin ketika dihubungi Ketik.com, Kamis, 25 Februari 2026.
Menurutnya, profesi tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas dan nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, pembinaan rohani dinilai penting untuk membentuk pelayanan kesehatan yang humanis dan berkualitas.
Kegiatan ini turut menghadirkan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat sebagai narasumber dalam sesi kajian. Dalam tausiyahnya, para ulama menekankan bahwa profesi tenaga kesehatan merupakan amanah kemanusiaan yang memiliki dimensi ibadah.
Pelayanan kepada masyarakat, menurut mereka, harus dijalankan dengan empati, keikhlasan, serta tanggung jawab moral dan spiritual. Nilai-nilai keislaman diharapkan dapat terintegrasi dalam praktik pelayanan sehari-hari, terutama di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang membahas persoalan etika dan moral dalam pelayanan kesehatan di era modern. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat komitmen lintas profesi.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pesantren Kilat Ramadan 2026 dibuka untuk seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di Kabupaten Lebak. Jika sebelumnya kegiatan ini diperuntukkan khusus bagi anggota perawat, tahun ini PPNI memperluas partisipasi guna membangun kolaborasi lintas profesi.
Humas kegiatan, Ns. Deni Hermawan, S.Kep., menjelaskan bahwa langkah inklusif ini diambil untuk memperkuat sinergi dalam sistem pelayanan kesehatan daerah.
“Kami mengajak dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya untuk bersama-sama memperkuat kolaborasi. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Lebak,” katanya.
Sementara itu, Camat Lebakgedong, Ns. Rapei, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PPNI Kabupaten Lebak, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut pihak kecamatan siap memfasilitasi kegiatan serta mempersiapkan anak yatim dan piatu dari masyarakat sekitar untuk menerima santunan.
“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memperkuat nilai spiritual para tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PPNI Kabupaten Lebak berharap dapat membentuk tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berakhlak mulia.
Dengan landasan spiritual yang kuat, pelayanan kesehatan diharapkan semakin humanis, berkualitas, serta membawa keberkahan bagi masyarakat di bulan suci Ramadan. (*)
