KETIK, SURABAYA – Dunia kuliner saat ini tengah berlomba-lomba untuk menghadirkan makanan yang sehat dengan menggunakan bahan alami. Hal itu pula yang mendorong Chef Hotel Santika Premier Gubeng Surabaya, Yogi Anggoro, menghadirkan inovasi kuliner berupa pizza dengan adonan sourdough (ragi alami) yang diklaim lebih sehat dan memiliki tekstur unik dibanding pizza pada umumnya.
Menu yang dibanderol dengan harga kisaran Rp70 ribu ini menawarkan sensasi berbeda melalui cita rasa roti pizza yang kenyal di bagian dalam namun tetap garing di luar.
“Pizza yang kali ini saya buat itu pakai adonan sourdough. Jadi beda sama yang biasanya pakai ragi konvensional. Kami pakai sourdough dengan perbandingan air dan tepung satu banding satu,” kata Chef Yogi di Surabaya, Rabu 8 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pembuatan sourdough membutuhkan proses fermentasi alami yang cukup panjang, yakni sekitar lima hingga enam hari sebelum siap digunakan. Dalam proses tersebut, adonan starter diberi “makan” kembali setiap hari dengan campuran air dan tepung agar bisa berkembang sempurna.
“Misalnya airnya 100 gram, tepungnya 100 gram juga. Kita aduk dan diamkan semalaman sampai mengembang dua kali lipat. Setelah itu diberi makan lagi, begitu terus sampai bisa dipakai sekitar hari kelima atau keenam,” ujarnya.
Menurutnya, proses alami itu menghasilkan adonan dengan karakter yang berbeda dari pizza konvensional. Tekstur roti menjadi lebih chewy atau kenyal, sementara rongganya lebih besar dan berserat. Selain itu, sourdough dianggap lebih sehat karena tidak menggunakan ragi instan atau bahan tambahan pabrikan.
“Yang bikin beda, fermentasinya alami. Dari segi rasa juga lebih kompleks dan aromanya khas. Prosesnya memang lama, tapi hasilnya sepadan,” katanya menambahkan.
Rasa yang unik membuat pizza dari bahan sourdough menjadi kuliner sehat, Rabu, 8 Oktober 2025. (Foto: Khaesar/Ketik)
Untuk topping, Chef Yogi tetap mempertahankan cita rasa khas Italia dengan bahan sederhana seperti jamur, basil, dan sosis. Salah satu varian andalannya adalah Pizza Margherita, yang disebutnya sebagai pizza dasar khas Italia.
“Margarita itu basic pizza. Pakai saus tomat, basil, mozzarella, dan sedikit olive oil. Simpel tapi jadi dasar dari semua pizza Italia,” ujarnya.
Selain digunakan untuk pizza, adonan sourdough juga bisa dikreasikan menjadi berbagai jenis roti lainnya seperti whole wheat atau baguette. Menurut Yogi, tren penggunaan sourdough semakin digemari di dunia kuliner modern karena menawarkan cita rasa autentik dan nilai gizi yang lebih baik.
“Sourdough ini bisa juga dipakai untuk roti gandum atau baguette. Caranya hampir sama, tinggal main di komposisi tepung dan waktu fermentasinya saja,” ucapnya.
Ia menambahkan, sourdough jarang dijual bebas di pasaran sehingga kebanyakan chef membuatnya sendiri. “Kalau di pasaran mungkin belum banyak ya. Biasanya chef buat sendiri karena tiap starter punya karakter dan aroma khas,” tuturnya.
Inovasi pizza sourdough di Hotel Santika Premier Gubeng ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih sehat bagi pengunjung tanpa mengurangi cita rasa khas Italia.
“Intinya kami ingin sajikan menu yang tetap lezat tapi lebih alami dan menyehatkan. Dengan sourdough, tamu bisa menikmati pizza dengan cara baru,” jelasnya Chef Yogi.
Sementara itu, Salah satu pembeli, Margareta mengaku senang dengan cita rasa pizza tersebut. Rasa yang unik membuat dirinya tidak ragu untuk mengagumi rasanya. "Enak ada rasa asam dari fermentasi alaminya tapi tidak mengubah rasa yang nikmat," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Ari. Ia mengaku cukup senang dengan pizza dari baham fermentasi alami. "Lebih sehat aja sih, apalagi rotinya tipis itu yang bikin senang dan enak," pungkasnya. (*)
