Ini Pesan Kiai Zuhri Zaini dalam Upgrading Kaderisasi MDS RA GP Ansor Jatim di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo

31 Januari 2026 16:13 31 Jan 2026 16:13

Thumbnail Ini Pesan Kiai Zuhri Zaini dalam Upgrading Kaderisasi MDS RA GP Ansor Jatim di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo

KH Moh Zuhri Zaini memberikan tausyiah di acara upgrading kaderisasi MDS RA GP Ansor Jawa Timur (Foto : Ponirin Mika/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan pentingnya merawat persaudaraan (ukhuwah) sebagai fondasi utama dalam menjaga keharmonisan bangsa.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan tausyiah dalam acara Upgrading Kaderisasi Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) GP Ansor Jawa Timur yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu, 31 Januari 2026.

​Dalam penyampaiannya, Kiai Zuhri menggarisbawahi tiga pilar ukhuwah yang menjadi konsep sentral dalam Islam: ukhuwah sesama warga nahdliyin/muslimin, ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), dan ukhuwah insaniyah (kemanusiaan).

Menurutnya, perbedaan latar belakang individu maupun kelompok tidak boleh menjadi penghalang untuk menjalin persaudaraan.

​"Islam tidak menjadikan perbedaan sebagai penghalang. Semua adalah saudara kita. Kita berharap persaudaraan ini tidak hanya di dunia, tetapi berlanjut hingga ke hadirat Allah bersama para nabi dan para masyayikh," ujar Kiai Zuhri di hadapan para kader Ansor.

​Lebih lanjut, Kiai Zuhri mengingatkan bahwa menjaga hubungan antarmanusia (hablum minan nas) adalah modal krusial untuk mencegah konflik. Ia menyoroti fenomena "musibah sosial" yang marak terjadi di media sosial, di mana empati seringkali terkikis oleh sikap menghakimi.

​Ia  mencontohkan peristiwa robohnya Pondok Al-Khoziny sebagai refleksi. Di saat banyak pihak berduka, masih ada sebagian masyarakat yang justru melontarkan kritik dan menyalahkan tanpa memahami duduk perkara yang sebenarnya. Ia menegaskan bahwa hanya dengan ukhuwah dan kebersamaan, cita-cita besar organisasi dan bangsa dapat terwujud.

​Menutup tausiahnya, Kiai Zuhri memberikan pesan mengenai cara menyelesaikan masalah. Ia mengimbau agar setiap persoalan diselesaikan dengan cara yang bijak tanpa menimbulkan masalah baru yang lebih besar.

Ia mengutip kisah Rasulullah saw saat menghadapi seorang badui (A'raby) yang kencing di dalam masjid. Alih-alih membentak, Nabi melarang sahabat untuk bertindak keras dan justru memberikan edukasi dengan santun.

​"Mari menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak. Merawat ukhuwah itu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, istri, dan anak-anak," pungkas beliau.

​Acara upgrading ini pun menjadi momentum syukur bagi keluarga besar GP Ansor Jawa Timur atas kesempatan menimba ilmu di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid guna memperkuat kualitas kaderisasi di masa depan.(*)

Tombol Google News

Tags:

GP Anshor Pesantren Nurul Jadid Kaderisasi