KETIK, SURABAYA – Harga plastik mulai merangkak naik imbas perang di Timur Tengah. Kondisi ini membuat pedagang kecil menjerit karena harga bahan kemasan terus meningkat.
Penjual es jeruk di kawasan Gayungsari, Surabaya, Yudi, mengungkapkan bahwa ia terpaksa menaikkan harga dagangannya untuk menutup modal.
Ia yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengatakan, harga plastik saat ini mencapai Rp6 ribu, dari sebelumnya Rp5 ribu.
“Saya akhirnya menaikkan harga sebesar seribu rupiah,” katanya pada Rabu, 8 April 2026.
Keluhan yang sama juga disampaikan Fauzan, pedagang es teh di kawasan Waru, Kabupaten Sidoarjo, yang turut menaikkan harga dagangannya.
Ia mengungkapkan, jika tidak menaikkan harga, dikhawatirkan tidak memperoleh keuntungan atau bahkan tidak bisa menutup modal yang telah dikeluarkan untuk membeli perlengkapan.
“Harga gelas yang biasanya Rp13 ribu naik menjadi Rp22 ribu. Kalau tidak dinaikkan, tidak dapat apa-apa,” ungkapnya.
Kenaikan harga plastik ini mendapat respons dari Anggota DPRD Jatim, Khusnul Khuluk. Ia berharap Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur memberikan solusi.
“Kalau saya amati, kenaikannya antara 30–60 persen. Saya berharap dinas terkait, khususnya perindustrian dan perdagangan, bisa melakukan mitigasi agar jangan sampai terlalu melonjak tinggi,” kata legislator asal Lumajang ini.
Ia berharap pemerintah memiliki solusi agar harga bahan plastik tidak terus melambung. (*)
