Hari Kedua Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN Terbentuk

14 Januari 2026 16:54 14 Jan 2026 16:54

Thumbnail Hari Kedua Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN Terbentuk

Suasana Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN yang berlangsung di Aula Jasmine Hotel Rosali Situbondo, Rabu 14 Januari 2026 (Foto: Heru Hartanto/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Ketua Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo, Luluk Ariyantiny mengatakan, pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN hari kedua ini, terbentuk dan terdapat tiga pembahasaan utama, Rabu 14 Januari 2026.

Pembahasan tersebut, kata Mbak Luluk, pangilan akrab Luluk Ariyantiny, yaitu 1 membahasa terkait identifikasi harapan para pihak terhadap adanya SCN serta mengidentifikasi peran apa yang dapat dilakukan pemerintah, OMS, dan keluarga difabel untuk mendukung program BEN.

Kemudian membahas terkait pembentukan struktur keanggotaan SCN dan Ahmad Faiz yang dipilih sebagai Ketua SCN tersebut. “Kegiatan hari kedua merupakan lanjutan hari kegiatan hari pertama. Dimana pada hari pertama telah mengidentifikasi permasalahan difabel dan OYPMK, dalam mengambil langkah strategi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dan melakukan integrasi dengan program kegiatan masing-masing perangkat daerah dan komunitas,” tutur Mbak Luluk.

Hal ini, kata Mbak Luluk, dilanjutkan di hari kedua yaitu lebih memfokuskan pembahasan terkait SCN utamanya terkait harapan-harapan para pihak terhadap adanya SCN. “Untuk respon, peserta cukup antusias terhadap pembahasan hari pertama terbukti dengan melakukan sinkronisasi program kegiatan di masing-masing pihak yang di integrasikan dengan 7 outcome program BEN,” jelas Mbak Luluk.

Diskusi panjang dalam pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN yang dipandu oleh fasilitator kegiatan Faizul Mubarak tersebut, menghasilkan rekomentasi atau usulan-usulan dari para peserta dan berhasil menjaring anggota tetap dari SCN Program BEM.

“Anggota tetap SCN Program BEM ini terdiri dari PPDiS, Forum Disabilitas Situbondo (Fordisi), perwakilan anak dan remaja dengan Disabilitas sebanyak 2 orang serta perwakilan orang tua dengan Disabilitas. Adapun anggota Luar Biasa yang tergabung dengan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) terdiri dari Multi Stakeholders, PMS, Komunitas, Forum Anak dan lain lainnya,” tegas Mbak Luluk.

Dengan demikian, sambung Mbak Luluk, anak dan remaja dengan disabilitas (Children and Youth with Disabilities/CYWD) termasuk disabilitas terdampak kusta dan down syndrome bisa memiliki hak setara untuk memperoleh layanan dasar, perlindungan, serta peluang berkembang secara optimal.

"Dengan terbentuknya Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN, maka Stigma dan miskonsepsi yang melekat pada kusta kerap menimbulkan diskriminasi berlapis, maka kesetaraan layanan bagi mereka dapat teratasi dan hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan serta dukungan psikososial tidak lagi membuat mereka cemas," pungkas Ketua Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo, Luluk Ariyantiny. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hari kedua Pembentukan Sub-ClusterCoordination Network Program BEN Terbentuk