KETIK, KENDAL – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Kendal pada Rabu 4 Maret 2026 sore. Fenomena angin puting beliung dilaporkan menerjang sejumlah titik, mulai dari kawasan Jalur Pantura hingga pemukiman warga di Kecamatan Kaliwungu dan sekitarnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 16.40 WIB. Kondisi cuaca yang semula cerah dilaporkan berubah drastis menjadi gelap gulita akibat gumpalan awan hitam pekat sebelum akhirnya angin kencang disertai hujan melanda kawasan tersebut.
Salah seorang pekerja sipil, Roni, mengaku nyaris menjadi korban saat melintas di Jalan Karina Raya usai pulang bekerja dari proyek Perumahan Adinata Raya. Menurutnya, angin datang dengan suara yang mencekam.
"Kebetulan saya tadi lewat jalan pinggir sawah. Terlihat awan sangat tebal disertai angin kencang. Suaranya menakutkan, saya yang sedang naik motor bahkan hampir terjatuh karena tiupan angin itu," ujar Roni saat ditemui di lokasi.
Hal senada diungkapkan oleh Arif, warga Pegandon yang juga tengah dalam perjalanan pulang kerja. Ia melihat langsung bagaimana angin yang datang dari arah barat merusak bangunan di sekitarnya.
"Tiba-tiba angin menjadi sangat kencang. Saya melihat genting berhamburan dan beberapa dahan pohon tumbang. Memang dari kejauhan sudah terlihat awan hitam tebal sebelum angin itu sampai," jelas Arif.
Dampak dari kejadian ini terlihat jelas di jalanan yang kini dipenuhi puing-puing dahan pohon yang tumbang dan pecahan genteng warga yang berserakan. Beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat genteng yang beterbangan tertiup angin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun total kerugian material secara rinci. Pihak terkait masih melakukan pendataan dan pembersihan di lokasi-lokasi yang terdampak pohon tumbang guna melancarkan arus lalu lintas, terutama di Jalur Pantura yang sempat terhambat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi dalam beberapa hari terakhir. (*)
