KETIK, SURABAYA – Muhammad Nabil baru saja dilantik sebagai Ketua Umum Komite Nasional Indonesia Jawa Timur (KONI Jatim) periode 2025-2029 di Gedung Negara' Grahadi, Surabaya pada Selasa 10 Februari 2026.
Pria Kelahiran Probolinggo ini mengatakan, ketertarikan di dunia olahraga sangat besar. Ia bahkan sudah aktif dalam kegiatan olahraga sudah lama.
"Semua kegiatan olahraga. Tapi tidak fokus (satu cabor). Akhirnya kemudian saya mulai semangat untuk memahaminya," kata mantan Komisioner KPU Jatim 2003-2009 kepada Ketik.com.
Setelah memahami olahraga, pria yang mengawali karir di KONI Jatim pada era Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) menjadi lebih dalam mencari tahu makna di balik olahraga.
Ternyata, berdasarkan penjelasannya. M Nabil mengungkapkan, jika olahraga bukan hanya soal kalah dan menang saja, melainkan lebih jauh daripada itu.
"Di situ ada tantangan, ada tanggung jawab, ada komitmen untuk menyukseskan target-target prestasi dan itu sebagai sebuah, tidak hanya pengabdian lagi. Tapi sebagai tantangan," jelasnya.
Setelah itu semua digapai, baru, kata mantan direktur Puslatda KONI Jatim ini fokus pada kepastian prestasi.
"Itu yang paling penting dan itu selalu saya sosialisasikan kepada teman-teman cabor. Bahwa anda ini adalah orang-orang pilihan, punya tanggung jawab membawa nama baik Jawa Timur dalam bidang olahraga," tegasnya.
Ia bersyukur, niatnya untuk membawa olahraga Jatim melalui KONI tampak hasilnya dengan banyaknya atlet Jatim yang membawa medali pada ajang SEA Games 2025.
"Sudah terbukti dalam periode ini, kemarin kami dua kali SEA Games menjadi penyumbang medali emas terbanyak di Jawa Timur untuk Indonesia," ungkapnya.
Tak Lupa Jasa Atlet
Muhammad Nabil telah resmi menjabat Ketua KONI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Selasa 10 Februari 2026. Usai dilantik, ia masih banyak mempunyai mimpi yang belum terwujud.
Salah satu mimpi besarnya itu adalah tidak melupakan jasa para atlet, memberdayakan mereka. Terlebih bagi atlet yang sudah purna tugas atau pensiun dan mempersiapkan atlet-atlet generasi berikutnya.
"Kami punya prinsip jangan sampai mezolimi atlet. Artinya, atlet itu kami manfaatkan pada saat mereka masih kuat, masih berprestasi, tapi setelahnya dicampakkan, ditinggal. Itu tidak boleh," tegasnya.
Hal inilah yang menurutnya sebaiknya dihindari. Ia berharap, KONI Jatim dapat melihat atlet tersebut atas jasanya bagi Jawa Timur dan Indonesia. "Itu penting sekali buat saya," pungkasnya. (*)
