Gingerbread, Kue Khas Natal yang Punya Sejarah Panjang di Eropa

11 Desember 2025 07:40 11 Des 2025 07:40

Thumbnail Gingerbread, Kue Khas Natal yang Punya Sejarah Panjang di Eropa

Ilustrasi Kue Jahe. (Foto: Pexels)

KETIK, SURABAYA – Natal identik dengan berbagai hidangan khas, salah satunya kue jahe atau gingerbread. Namun bagaimana kue jahe akhirnya menjadi camilan tradisional saat Natal?

Menurut laman WhyChristmas, jahe pertama kali dibawa ke Eropa dari Asia melalui Arab pada abad ke-1. Di wilayah asalnya seperti Tiongkok, jahe telah lama digunakan sebagai obat sakit perut.

Kue jahe kemudian masuk ke Eropa pada tahun 992 M melalui Gregory dari Nicopolis, seorang biarawan Armenia yang pindah ke Prancis utara dan mengajarkan cara membuat kue jahe kepada masyarakat setempat.

Pada abad pertengahan, resep awal gingerbread terdiri dari jahe, rempah-rempah eksotis seperti pala dan cengkeh, madu, serta remah roti sebagai pengental. Hasilnya lebih menyerupai kue lengket, bukan biskuit renyah seperti sekarang.

Di Polandia, jenis kue jahe pierniki toruńskie telah dibuat sejak tahun 1300-an. Di Swedia, para biarawati pada abad ke-15 juga memanggang kue jahe karena dipercaya dapat meredakan gangguan pencernaan.

Memasuki era Victoria di Inggris, jahe menjadi rempah yang terjangkau sehingga kue jahe dikonsumsi sepanjang tahun, bukan hanya saat Natal.

Lalu bagaimana gingerbread menjadi ikon Natal? Tradisi tersebut berasal dari Jerman, di mana pada tahun 1605 pohon Natal pertama kali didekorasi menggunakan makanan yang bisa dimakan, termasuk kue jahe dan apel berbalut. Kue jahe khas Natal di Jerman, Austria, dan Belanda antara lain lebkuchen dan pfeffernüsse/pepernoot.

Pada abad ke-18 dan ke-19, ketika harga gula menurun, resep gingerbread berkembang menjadi lebih mirip biskuit. Madu dan remah roti diganti dengan tepung serta molase, dan adonan dicetak menggunakan cetakan kayu berbentuk figur atau hewan.

Figur manusia dari kue jahe pertama kali dicatat pada abad ke-16, ketika Ratu Elizabeth I memberikan kue jahe berbentuk tokoh penting kepada tamu-tamunya.

Dongeng terkenal “The Gingerbread Man” pertama dipublikasikan pada Mei 1875 di St. Nicholas Magazine.

Sementara itu, rumah kue jahe pertama kali dibuat di Jerman pada tahun 1800-an, dikenal sebagai Lebkuchenhaus atau Pfefferkuchenhaus. Tradisi ini terinspirasi dari dongeng Grimm “Hansel dan Gretel” (1812), yang menggambarkan rumah penyihir yang terbuat dari roti, kue, dan permen. (*)

Tombol Google News

Tags:

kue jahe sejarah asal usul Gingerbread Natal makanan Hidangan