Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45 29 Jan 2026 23:45

Thumbnail Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Praktik variasi penyeduhan teh telang oleh Fikriza Ath Thaariq Endriano saat kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Desa Mojoasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. (Foto: Dok. Tim)

KETIK, GRESIK – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Desa Mojoasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Salah satu program yang mereka inisiasi adalah Telang Lestari. Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tanaman bunga telang yang tumbuh di lingkungan warga namun belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat potensi tersebut, tim BBK berinisiatif mengolah bunga telang menjadi teh herbal.

Workshop teh bunga telang ini digelar di Balai Desa Mojoasem pada Jumat, 23 Januari 2026 dengan ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama program.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh Dinnaya Mahashofia, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga sekaligus anggota tim BBK, sebagian besar warga mengaku belum mengetahui maupun mengonsumsi olahan dari bunga telang sebelumnya.

Antusiasme warga terlihat selama satu hari pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 12 liter teh bunga telang habis dibagikan kepada masyarakat, bahkan beberapa warga meminta untuk membawa pulang teh tersebut.

Foto Proses demo penyeduhan teh telang oleh Devi Permata Putri saat kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Desa Mojoasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. (Foto: Dok. Tim)Proses demo penyeduhan teh telang oleh Devi Permata Putri saat kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Desa Mojoasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. (Foto: Dok. Tim)

“Sebelumnya belum pernah ada olahan bunga telang seperti ini. Mereka bilang baru tahu kalau bunga hias ini bisa dimanfaatkan menjadi teh herbal,” ujar Fikriza Ath Thaariq Endriano selaku penanggung jawab Telang Lestari.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tahapan pengolahan yang sempat terlewat. Namun, kendala tersebut dapat segera diatasi melalui koordinasi yang baik antara tim BBK dan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mulai membudidayakan serta memanfaatkan bunga telang secara berkelanjutan. Pembagian bibit bunga telang juga menjadi langkah lanjutan untuk mendorong masyarakat mengembangkan tanaman ini sebagai komoditas produktif di lingkungan rumah.

Peningkatan kesadaran dan minat masyarakat terhadap potensi ekonomi bunga telang tercermin dari semangat ibu-ibu PKK yang aktif bertanya mengenai proses lanjutan, seperti metode pengeringan bunga telang, teknik pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang dapat diterapkan.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis potensi lokal. Hal ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Adapun anggota BBK 7 Desa Mojoasem terdiri dari Devi Permata Putri (Fakultas Ilmu Budaya), Derizka Az Zahra Ikhsan (Fakultas Sains dan Teknologi), Dinnaya Mahashofia (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Audina Ansari Siddik (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Ferlani Zahra Zhafirah (Fakultas Perikanan dan Kelautan), Fikriza Ath Thaariq Endriano (Fakultas Sains dan Teknologi), Adam Vieto (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), serta Freean Putra Pandudewanata (Fakultas Ilmu Budaya). (*)

Tombol Google News

Tags:

bbk Belajar Bersama Komunitas Universitas Airlangga gresik