Perkuat Ekonomi Kerakyatan di Daerah, Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Dekopinwil Jatim 2025–2030

16 Maret 2026 11:53 16 Mar 2026 11:53

Thumbnail Perkuat Ekonomi Kerakyatan di Daerah, Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Dekopinwil Jatim 2025–2030

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama usai melantik Pengurus Dekopinwil Jatim masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu 15 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu 15 Maret 2026.

Sebanyak 56 pengurus dikukuhkan dalam pelantikan tersebut dengan Slamet Sutanto sebagai Ketua Dekopinwil Jatim. Pelantikan ini dilakukan untuk memperkuat peran koperasi dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah.

Dalam pelantikan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa koperasi tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki akar sejarah dan ideologis yang kuat.

“Karena itu, koperasi harus dibangun sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah, sekaligus sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah,” jelasnya.

Khofifah menjelaskan bahwa lahirnya koperasi modern tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya koperasi pertama di Rochdale, Greater Manchester, Inggris pada tahun 1844 yang menjadi tonggak perkembangan gerakan koperasi dunia.

"Saya kebetulan sudah pernah ke Rochdale di Greater Manchester. Di situlah koperasi lahir pada tahun 1844. Ini sebetulnya sesuatu yang sangat ideologis dan jarang kita bahas. Koperasi lahir sebagai jawaban atas dampak Revolusi Industri," ujarnya.

Ia menambahkan, pada masa itu muncul berbagai gagasan ekonomi sebagai respons terhadap perubahan sosial akibat Revolusi Industri, termasuk pemikiran Karl Marx yang tertuang dalam karya terkenalnya Das Kapital. Namun di sisi lain, Inggris juga mengembangkan sistem koperasi sebagai model ekonomi yang menekankan solidaritas sosial dan kebersamaan.

Di berbagai negara Eropa, lanjut Khofifah, koperasi tetap diberi ruang untuk berkembang berdampingan dengan korporasi besar.

"Di banyak negara Eropa, di mall-mall yang sangat mewah tetap ada corner of co-op. Mereka memberi ruang kepada koperasi agar usaha kecil dan koperasi tetap hidup dan berkembang," ungkapnya.

Khofifah juga mencontohkan sejumlah keberhasilan koperasi di berbagai negara yang mampu berkembang menjadi institusi ekonomi besar dan mengelola sektor-sektor strategis seperti energi, perikanan hingga perbankan.

Salah satu contoh yang disebutkannya adalah Rabobank di Belanda yang awalnya merupakan koperasi petani dan kini menjadi salah satu lembaga keuangan besar di dunia.

"Salah satu contoh signifikan yang bisa kita lihat itu adalah Rabobank, yaitu koperasi buruh dari Belanda. Ini menunjukkan bahwa koperasi bisa menjadi institusi ekonomi yang sangat besar dan kuat," tambahnya.

Di Jawa Timur sendiri, Khofifah menyebut terdapat model koperasi yang cukup menarik, yakni koperasi yang mampu mengembangkan usaha hingga memiliki perusahaan atau korporasi sendiri.

"Biasanya korporasi besar yang punya koperasi. Tapi di Bojonegoro, ada koperasi yang punya korporasi. Ini model yang menurut saya bisa kita jadikan referensi untuk penguatan koperasi," katanya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa penguatan koperasi juga menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal tersebut tercermin dari kebijakan pemisahan antara Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM agar koperasi dapat berkembang lebih fokus dan memiliki peran lebih besar dalam sistem perekonomian nasional.

"Kenapa Presiden memisahkan Menteri Koperasi dan Menteri UMKM? Supaya koperasi bisa bergerak lebih besar dan menjadi referensi sebagai soko guru ekonomi Indonesia," katanya.

"Gerakan koperasi ini harus kita bangun dengan nafas ideologis. Tidak sekadar bisnis, tetapi menjadi gerakan yang benar-benar menguatkan ekonomi masyarakat dari bawah," lanjut Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan bahwa tahun lalu Jawa Timur berhasil mencapai target pembentukan 8.494 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa di Jawa Timur. Ia berharap koperasi tersebut dapat semakin aktif beroperasi, khususnya menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli mendatang.

Menurutnya, hingga 15 Maret 2026 tercatat sebanyak 997 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dekopinwil Jawa Timur yang terus berperan aktif dalam memperkuat gerakan koperasi di daerah.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Priskianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan kuat terhadap gerakan koperasi, khususnya kepada Gubernur Khofifah.

"Secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ibu Khofifah yang telah mengayomi koperasi di Jawa Timur sehingga pada hari ini Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur dapat melaksanakan pelantikan pengurus dengan lancar," ujarnya.

"Hari ini kita resmi melantik pengurus Dekopinwil Jawa Timur dan kita harus bekerja bersama-sama demi kelangsungan gerakan koperasi agar semakin maju dan mampu menjadi alat untuk menyejahterakan anggota serta masyarakat," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Ekonomi Kerakyatan Grahadi koperasi