Gelar Tasyakuran Harlah di Pantai Papuma, PPP Jember Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Pariwisata

12 Januari 2026 01:02 12 Jan 2026 01:02

Thumbnail Gelar Tasyakuran Harlah di Pantai Papuma, PPP Jember Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Pariwisata

Suasana tasyakuran Harlah PPP ke 53 yang digelar DPC PPP Jember di Pantai Papuma, Minggu, 11 Januari 2026. (Foto: Atta/Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Cara berbeda digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember untuk memperingati hari lahirnya yang ke 53. Partai berlambang ka’bah itu menggelar tasyakuran hari lahir (Harlah) di Pantai Papuma, Kecamatan Wuluhan, Minggu, 11 Januari 2026.

Ratusan kader dari berbagai penjuru Jember, tumpah ruah di salah satu destinasi wisata unggulan Jember tersebut. Mereka menikmati hiburan musik rakyat seperti dangdut, pop dan nasyid di pinggir pantai. Memasuki acara inti, para kader terlihat khidmat mendengarkan refleksi sejarah perjalanan partai hasil fusi sejumlah partai Islam pada tahun Januari 1973 itu.

Menurut Ketua DPC PPP Jember, KH Madani Farouq, pemilihan Pantai Papuma sebagai lokasi acara ini punya makna khusus. Bukan sekadar lokasi seremonial, melainkan memiliki pesan ideologis dan strategis. Menurutnya, PPP ingin menegaskan identitas sebagai Partai Peduli Lingkungan seiring bertambahnya usia partai menjadi 53 tahun.

“Tema yang kami angkat adalah Lestari Alamku, Lestari P3-ku. Ini bentuk komitmen PPP untuk menjaga kelestarian alam, khususnya di Jember,” ujar pria yang akrab disapa Gus Mamak ini.

Selain itu, kegiatan tasyakuran ini juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam pengelolaan kawasan wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo yang kini menerapkan sistem satu pintu. Gus Mamak menyebut, masih banyak kader PPP di tingkat kecamatan yang belum mengetahui terobosan dari bupati Gus Fawait tersebut.

“Kami mengundang seluruh pengurus PAC dari 31 kecamatan agar mereka tahu bahwa Papuma dan Watu Ulo sekarang satu pintu. Harapannya, kader PPP ikut membantu menggerakkan promosi pariwisata Jember,” katanya.

Sebagai partai Islam, PPP juga menekankan nilai kebersihan dalam setiap kegiatan. Prinsip An-Nadhofatu Minal Iman atau kebersihan sebagian dari iman menjadi pesan utama dalam tasyakuran tersebut. Gus Mamak secara khusus meminta seluruh peserta menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di kawasan pantai.

“PPP harus menjadi contoh. Bukan hanya bersih lingkungan, tetapi juga bersih dalam pemerintahan, bersih dalam perilaku, dan bersih dalam bersikap,” tegasnya.

Dalam konteks kebijakan publik, PPP Jember berkomitmen mendorong terwujudnya clean government atau pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Selain itu, PPP juga akan mengusulkan kebijakan anggaran yang berpihak pada pelestarian lingkungan.

“Jangan sampai potensi wisata dan kondisi alam Jember yang indah ini rusak akibat industri atau aktivitas yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Tasyakuran di Pantai Papuma merupakan bagian dari rangkaian Harlah ke-53 PPP. Sebelumnya, PPP Jember telah menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti bakti sosial, khataman Al-Qur’an, selawatan, ziarah makam, serta silaturahmi dengan tokoh masyarakat. Ke depan, PPP Jember juga berencana menggelar resepsi Harlah di Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember.

Ia menyinggung soal resepsi pernikahan yang digelar Ketua Partai Gelora -partai non parlemen pendukung Gus Fawait pada Pilkada 2024 lalu- yang dihelar di Pendopo Wahyawibawagraha, rumah dinas bupati Jember.

“Pendopo adalah rumah rakyat. Kalau partai nonparlemen saja bisa menggelar acara di sana, PPP sebagai partai yang punya kursi di parlemen juga ingin melakukannya,” pungkas Gus Mamak.

Tombol Google News

Tags:

Harlah PPP ke-53 PPP Jember Pantai Papuma KH Madini Farouq Gus Mamak