KETIK, SURABAYA – Masjid Muhammad Cheng Hoo di Jalan Gading, Surabaya menginjak hari ketujuh bulan Ramadan 1447 H ramai dikunjungi jemaah yang ingin salat magrib, salat tarawih dan berbuka bersama di masjid tersebut.
Sebelum waktu magrib tiba, para jemaah sudah mulai masuk halaman masjid. Mereka menunggu salat magrib berjamaah dan ingin menikmati takjil dan berbuka puasa bersama.
Sajak awal Ramadan di nasjid yang berarsitektur Tionghoa ini menyediakan takjil dan nasi kotak untuk para jamaah.
Takmir masjid menyiapkan takjil sebanyak 600 buah dan nasi kotak dari Sangaji salah satu donatur masjid. Sedangkan sumbangan dari hamba Allah 19 kotak nasi rames.
Panitia pembagian nasi kotak berbuka bersama tersebut telah diatur dengan rapi. Jemaah dewasa dan anak disediakan nasi kotak yang porsinya sedikit berbeda.
Sejak awal Ramadan, Masjid Cheng Hoo setiap hari membagikan sebanyak 625 nasi kotak untuk dewasa, anak-anak 150 nasi kotak. Setiap hari distribusi nasi kotak sebanyak 775 porsi.
“Sejak awal pembagian takjil dan nasi kotak berjalan lancar. Ini berkat kerjasama antara jamaah dan panitia distribusi,”kata Ustaz Hariyono, takmir masjid kepada Ketik.com, Rabu, 25 Februari 2025.
Menurut Hariyono, sebagian jemaah usai berbuka bersama ada yang menunggu di halaman masjid dan ikut salat tarawih.
Jemaah yang tarawih sampai hari ketujuh jumlahnya cukup banyak. Ada jemaah yang ikut salat di dalam masjid dan di halaman bawah.
Mereka yang ikut salat tarawih ada beberapa tokoh Masjid Cheng Ho dan anggota PITI. Di antaranya ketua yayasan H. Abdullah Nurawi, Ketua dewan Pembina HMY Bambang Suyanto, Aji Chandra, Sutiono, H. Sangaji.
Ada pula para ulama yang tinggal di sekitar kawasan Jalan Gading, Kelurahan Ketabang, Surabaya.
Yayasan masjid Cheng Hoo bersama PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Jatim dan Pemkot Surabaya akan menyalurkan zakat mal di 31 Kecamatan di Surabaya.
Zakat maal disalurkan kepada Anak Yatim, kaum duafa, hafiz (penghafal Al Quran) dan penyandang disabilitas.
“Penyaluran gerakan zakat Cheng Hoo dimulai tanggal 24 Februari sampai dengan 15 Maret 2026 di halaman masjid,” kata Hariyono.
Berdasarkan pengamatan sejak awal Ramadan Masjid Cheng Hoo banyak dikunjungi sebagai tempat wisata religi. Hal ini terlihat pada Sabtu dan Minggu.(*)
