Dugaan Kekerasan Usai Laga Liga 4 Jatim, Pemain Malang United Laporkan Oknum Anggota Polsek Batu

8 Januari 2026 20:36 8 Jan 2026 20:36

Thumbnail Dugaan Kekerasan Usai Laga Liga 4 Jatim, Pemain Malang United Laporkan Oknum Anggota Polsek Batu

Surat laporan yang diunggah di akun instagram @malangunitedfcofficial. (Foto: tangkapan layar)

KETIK, BATU – Suasana usai laga Liga 4 Jawa Timur di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, berubah tegang setelah seorang pemain Malang United mengaku mengalami dugaan tindak kekerasan dan melaporkannya ke kepolisian, Rabu, 7 Januari 2026.

Pemain tersebut, Mochamad Arya Dustin Trista, melaporkan peristiwa yang dialaminya seusai pertandingan Babak 32 Besar Liga 4 Jawa Timur melawan Unesa FC. Laporan itu telah diterima Polres Batu dan tercatat dalam surat laporan polisi bernomor LPM/22/1/2026/SPKT/Polres Batu/Polda Jawa Timur.

Dalam laporannya, Dustin mengaku dipukul di pipi kanan serta ditendang dadanya usai laga berakhir. Pelakunya diduga adalah seorang oknum anggota Polsek Batu.

Berdasarkan keterangan korban, insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika kedua tim hendak menuju ruang ganti. Pada saat itu, situasi sempat memanas akibat dugaan aksi perundungan dari pihak Unesa FC terhadap pemain Malang United. Sementara, pihak panitia pelaksana pertandingan dan petugas pengamanan berusaha melerai. 

Di tengah kondisi tersebut, seorang anggota kepolisian yang identitasnya belum diketahui, disebut tiba-tiba mendorong korban, memukul pipi kanan dan menendang bagian dada hingga korban terjatuh. Rekan-rekan setim segera melerai kejadian itu agar tidak berlanjut.

Akibat insiden tersebut, korban mengeluhkan rasa nyeri di bagian rahang kanan dan area mata kanan. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Batu untuk diproses lebih lanjut secara hukum.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, memastikan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan memanggil sejumlah pihak terkait guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Sudah kami panggil dan mintai keterangan, baik dari pelapor maupun pihak yang diduga terlibat. Kami bergerak cepat untuk mencari fakta yang sesungguhnya,” ujar Joko Suprianto, Kamis, 8 Januari 2026.

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, juga membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepolisian masih mendalami peristiwa yang terjadi di lapangan.

“Benar, ada laporan terkait kegaduhan yang berujung pada pelaporan karena adanya luka. Terkait framing yang beredar, kami masih melakukan pengecekan dan pendalaman. Proses penanganan sepenuhnya dilakukan di Polres Batu,” kata Andi Yudha.

Sementara itu, manajemen Malang United melalui unggahan di akun Instagram resmi klub @malangunitedfcofficial, mengecam segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap pemainnya. Manajemen menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai sportivitas serta berpotensi berdampak buruk terhadap pembinaan dan mental pemain muda.

Klub juga menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi ruang yang aman, mendidik, dan bermartabat, serta menyatakan kepercayaan penuh kepada kepolisian untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Malang United Dugaan Penganiayaan Kota Batu Polres Batu