KETIK, SAMPANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Bicabbih, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terancam dibekukan.
Ancaman tersebut muncul setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto menuai sorotan publik.
Dua siswa SDN Karanganyar 1, Kecamatan Tambelangan, dilaporkan mengalami diare usai menyantap menu MBG yang diproduksi SPPG Desa Samaran.
Bagas, Sekretaris Pribadi Mayjen (Purn) Lodewijk Pusung selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), membenarkan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa berasal dari SPPG Tambelangan Samaran dengan Kepala SPPG, Siti Aliya.
“Yayasannya adalah Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Al Mu-In Birem,” ujar Bagas, Jumat, 29 Agustus 2025.
Ia menyatakan, sesuai prosedur, bila terjadi dugaan keracunan maka sanksi awal yang dijatuhkan adalah pembekuan SPPG. “Artinya, SPPG dilarang beroperasi sementara sampai penyelidikan selesai,” tegasnya.
Bagas menambahkan, Kepala SPPG saat ini masih menjalani pendalaman bersama instansi terkait, termasuk BPOM.
“Untuk informasi lebih lengkap, silakan menghubungi Kepala SPPG Siti Aliya atau Khaerul Hidayat selaku Humas BGN,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Siti Aliya maupun Humas BGN Khaerul Hidayat melalui telepon dan WhatsApp belum mendapat tanggapan. (*)