KETIK, SAMPANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu, 11 Maret 2026.
Kebijakan penghentian sementara terhadap puluhan SPPG tersebut menuai sorotan. Salah satu mitra menilai langkah yang diambil BGN tidak dilakukan secara merata dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan.
Seorang mitra SPPG di Kabupaten Sampang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa keputusan penghentian sementara terhadap 27 mitra dinilai tidak adil.
Menurutnya, masih banyak SPPG lain yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tetapi tidak menerima surat penghentian sementara.
"Kenapa hanya 27 mitra yang diberhentikan sementara, sedangkan yang lain yang SLHS-nya belum terbit tidak mendapatkan surat pemberhentian sementara?" ujarnya kepada media ini.
Ia menjelaskan bahwa dapur milik mitranya sebelumnya telah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Namun, meskipun telah melalui pemeriksaan tersebut, pihaknya tetap menerima surat penghentian sementara dari BGN.
Menurut dia, masih banyak SPPG lain yang juga belum memiliki SLHS, tetapi tetap diperbolehkan beroperasi.
"Dapur kami sudah dicek oleh Dinas Kesehatan Sampang, tetapi tetap diberhentikan sementara. Padahal masih banyak SPPG lain yang belum memiliki SLHS, tetapi tetap berjalan dan tidak mendapat surat pemberhentian sementara," katanya.
Ia pun meminta koordinator wilayah serta Dinas Kesehatan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Coba koordinator wilayah dan Dinas Kesehatan turun ke lapangan dan mengecek satu per satu. Saya yakin jumlah SPPG yang belum memiliki SLHS lebih dari 27," ucapnya.
Selain itu, ia menilai kebijakan penghentian sementara tersebut berdampak pada para relawan yang bekerja di dapur SPPG, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, keputusan tersebut terkesan sepihak karena sejumlah mitra, termasuk dirinya, mengaku telah mengikuti pelatihan penjamahan makanan sebagai bagian dari pemenuhan standar operasional.
"Kami sudah mengikuti pelatihan penjamahan makanan, tetapi tetap terkena pemberhentian sementara. Kasihan para relawan yang bekerja, apalagi menjelang Lebaran," tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Sampang Ratna Nur Handayani saat dikonfirmasi via WhatsApp dan telpon tidak merespon meskipun dikonfirmasi berulang kali. (*)
