DPRD Kota Malang Minta Jumat Bersepeda Tak Sekadar Gimmick, Dorong Penggunaan Transportasi Publik

10 April 2026 09:51 10 Apr 2026 09:51

Illa Khoirur R., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail DPRD Kota Malang Minta Jumat Bersepeda Tak Sekadar Gimmick, Dorong Penggunaan Transportasi Publik

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief, meminta kebijakan bersepeda tiap Jumat bagi ASN tidak sekadar menjadi gimmick, tetapi dijalankan secara konsisten. (Foto: Instagram @ditoarief)

KETIK, MALANG – Anggota DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, mendorong penerapan program bersepeda setiap hari Jumat sebagai upaya membangun gaya hidup sehat sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Dito, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, menyebut program tersebut telah disepakati untuk dijalankan secara rutin.

Namun, ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak hanya menjadi tren sesaat atau sekadar gimmick di awal pelaksanaan.

“Seringkali kebijakan pemerintah daerah itu hanya ramai di awal, tapi tidak konsisten. Ini yang harus dijaga,” ujarnya.

Ia pun mencontohkan sejumlah program sebelumnya, seperti penguatan produk UMKM, yang dinilai belum berjalan maksimal karena kurangnya konsistensi dalam pelaksanaan. Dari pengalaman tersebut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap kebijakan publik.

Selain itu, Dito juga menyoroti pentingnya keteladanan dari pimpinan daerah. Menurutnya, kebijakan akan sulit berjalan jika tidak dicontohkan langsung oleh para pengambil keputusan.

“Kalau pimpinan tidak memberikan keteladanan, ya percuma. Yang membuat kebijakan harus ikut melaksanakan,” tegasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, ia menambahkan bahwa upaya perubahan kebiasaan masyarakat tidak hanya berhenti pada program bersepeda. Pemerintah daerah juga perlu mendorong penggunaan transportasi publik agar kembali diminati.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan semacam ini perlu diperkuat melalui regulasi yang jelas agar memiliki daya ikat dan tidak mudah ditinggalkan di tengah jalan.

“Kebijakan yang pro masyarakat harus diperkuat secara regulasi supaya lebih mengikat. Kalau tidak ada dasar yang kuat, nanti akan sulit berjalan,” katanya.

Menurutnya, tanpa dorongan yang kuat, kebijakan berpotensi hanya berjalan di awal. Karena itu, kombinasi antara konsistensi, keteladanan, dan regulasi dinilai menjadi kunci keberhasilan program.

Dengan adanya program Jumat bersepeda ini, diharapkan dapat terbentuk kebiasaan baru di masyarakat yang lebih sehat, ramah lingkungan, serta mendukung pengurangan kemacetan di Kota Malang. (*)

Tombol Google News

Tags:

jumat bersepeda ASN Kota Malang DPRD Kota Malang Dito Arief