Sentilan Seniman di Hari Jadi Kota, Malang yang Tak Lagi 'Adem' dan Tenang

2 April 2026 12:49 2 Apr 2026 12:49

Thumbnail Sentilan Seniman di Hari Jadi Kota, Malang yang Tak Lagi 'Adem' dan Tenang

Aksi Soge Ahmad dalam peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang di Balai Kota, Rabu, 1 April 2026. (Foto: MAPAC)

KETIK, MALANG – Lewat medium tubuh, Malang Performance Art Community (MAPAC) menyuarakan refleksi atas perubahan kota dalam peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang di Balai Kota, Rabu, 1 April 2026.

Penampilan bertajuk “Malang Hari Ini” tersebut menghadirkan perspektif para pelaku seni terhadap dinamika perkotaan. Salah satu anggota MAPAC, Soge Ahmad, membawakan karya yang menggambarkan kegelisahannya sebagai pendatang terhadap kondisi Malang saat ini.

“Malang yang dulu dikenal adalah kota bunga, adem, tenang, ternyata kebalikannya. Semakin ke sini kok Malang begini ya,” ujar Soge.

Melalui performance art tersebut, MAPAC menjadikan tubuh sebagai medium utama dalam menyampaikan pesan. Bentuk seni ini menghadirkan ekspresi langsung di ruang publik, sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memaknai pertunjukan tersebut.

Acara “Malang Hari Ini” menjadi bagian dari momentum perayaan Hari Jadi Kota Malang sekaligus menampilkan beragam pemikiran kekinian yang tumbuh di tengah masyarakat. Bertempat di Balai Kota Malang, kegiatan ini menghadirkan aksi performance art yang bersifat lugas, temporer, dan apa adanya.

MAPAC merupakan komunitas seni pertunjukan yang berdiri sejak 17 Agustus 2010 dan secara konsisten menghadirkan karya di berbagai ruang di Malang Raya.

Dalam perjalanannya, komunitas ini juga rutin menggelar festival tahunan sebagai wadah bagi para pelaku performance art.

Selain menjadi ruang ekspresi, kegiatan ini juga menjadi ajang pertemuan antara seniman dan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Malang sebagai kota kreatif dengan tradisi seni yang dinamis.

Pada peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang ini, kehadiran MAPAC menjadi bagian dari upaya memeriahkan sekaligus menghidupkan ruang publik melalui karya seni.

Di akhir pertunjukan, MAPAC menyampaikan harapannya agar Kota Malang tetap terjaga sebagai ruang hidup yang nyaman sekaligus terbuka bagi perkembangan seni, termasuk pelestarian gaya arsitektur khasnya.

“Malang ini salah satu laboratorium jengki di Indonesia, tolong dijaga,” tutup Soge.(*)

Tombol Google News

Tags:

MAPAC malang Kota Malang Malang Performance Art Community Soge Ahmad