Anggaran RTH Turun Drastis, DPRD Soroti Minimnya Keberpihakan Lingkungan di Kota Malang

4 April 2026 09:50 4 Apr 2026 09:50

Thumbnail Anggaran RTH Turun Drastis, DPRD Soroti Minimnya Keberpihakan Lingkungan di Kota Malang

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief, soroti keberpihakan anggaran terhadap sektor lingkungan hidup. (Foto: Nikken/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Penurunan anggaran ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang menjadi sorotan DPRD. Dari sebelumnya sekitar Rp7,5 miliar, kini anggaran tersebut hanya berkisar Rp275 juta.

Dito Arief Nurakhmadi, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, menilai kondisi tersebut menunjukkan masih minimnya keberpihakan terhadap sektor lingkungan hidup.

“Dokumennya ada, tapi tidak ada keberpihakan anggaran. Ini yang menjadi persoalan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, anggaran untuk lingkungan hidup, termasuk adaptasi perubahan iklim dan penghijauan, masih sangat minim. Hal ini membuat program-program lingkungan belum berjalan optimal.

Di sisi lain, Dito juga menyoroti perubahan kondisi Kota Malang yang tidak lagi seperti dulu. Kota yang dikenal sejuk, adem, dan hijau kini mulai mengalami pergeseran.

“Dulu Malang dikenal sebagai kota yang dingin, adem, dan masih ada kabut. Sekarang sudah mulai berubah, kabut hanya muncul pada waktu-waktu tertentu saja,” katanya.

Menurutnya, perubahan tersebut tidak terlepas dari perkembangan pembangunan kota serta alih fungsi lahan yang terus terjadi.

Ia menambahkan, upaya untuk mengembalikan jati diri Kota Malang sebagai kota yang sejuk dan hijau sebenarnya sudah diatur dalam berbagai regulasi. Dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti RPJMD dan kajian lingkungan hidup strategis, disebutkan bahwa aspek lingkungan harus tetap dijaga.

Namun, ia menilai pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya maksimal, terutama karena keterbatasan anggaran serta adanya tantangan fiskal, seperti berkurangnya transfer dari pemerintah pusat dan kebijakan efisiensi.

Meski begitu, Dito mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga melibatkan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan.

Ia menyebut Kota Malang memiliki potensi besar, termasuk banyaknya perguruan tinggi dan perusahaan, yang dapat dilibatkan dalam program lingkungan.

“Intinya kembali ke political will dan goodwill. Ada kemauan atau tidak untuk menjadikan lingkungan sebagai prioritas,” pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Dito Arief DPRD Kota Malang Komisi C DPRD Kota Malang Ruang Terbuka Hijau